Hari Patriotik Gorontalo
Inilah Rumah Peninggalan Pendang Kalengkongan sang Pahlawan Gorontalo, Ternyata Mau Dijual
Pendang Kalengkoang merupakan pahlawan Gorontalo. Ia rekan seperjuangan Nani Wartabone dalam memperjuangkan kemerdekaan Gorontalo.
Penulis: Arianto Panambang | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Rumah-peninggalan-Pendang-Kalengkoang.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Pendang Kalengkongan merupakan pahlawan Gorontalo. Ia rekan seperjuangan Nani Wartabone dalam merebut kemerdekaan Gorontalo dari tangan penjajah.
Pendang Kalengkongan ditunjuk sebagai Kepala Pos Polisi. Bertugas memimpin bagian keamanan rakyat Gorontalo saat itu.
Pria kelahiran Manado tersebut ternyata memiliki peninggalan yakni rumah pribadinya.
Rumah Pendang Kalengkongan rupanya tak diketahui semua orang. Setelah ditelusuri, ternyata rumahnya berjarak 50 meter dari Mapolres Gorontalo Kota di Jl Pangeran Kalengkongan, Kelurahan Tenda, Kecamatan Hulothalangi, Kota Gorontalo.
Bangunan berukuran 8 x 6 meter itu berdiri kokoh ditopang balok. Juga dinding terbuat dari kayu dilapisi cat berwarna putih.
Bentuk bangunannya juga sekilas seperti rumah panggung. Dilengkapi dua tangga sisi kanan dan kiri. Rumah Tua ini memiliki lantai beton.
Jika dilihat dari dekat, beberapa cat dinding sudah terkelupas hingga terlihat batu bata.
Bangunan itu seperti tidak terawat. Di depan rumah terdapat bengkel mobil yang dibangun oleh penyewa rumah tersebut.
Ternyata rumah tua ini mau dijual oleh pewarisnya. Itu dibuktikan tulisan "Rumah ini dijual" yang terpampang di depan pintu rumah.
Baca juga: Jauh-jauh dari Jateng, Pria Paruh Baya Keliling Jualan Kue Putu di Gorontalo, Omzetnya Bikin Nyesek
Penyewa Rumah Pendang Kalengkongan, Rustam (58) mengatakan rumah tersebut sudah lama dijual oleh pewarisnya. Namun karena belum ada yang membeli, ia menyewa rumah itu.
"Sudah satu tahun di sini, saya ke Gorontalo merantau," ucapnya kepada TribunGorontalo.com, Rabu (24/1/2024)
Rustam menempati rumah Pahlawan Gorontalo itu bersama kelima anaknya.
Ia mengaku bangga bisa menempati rumah peninggalan sejarah.
"Saya bangga karena beliau ini ada pahlawan yang merebut kemerdekaan Gorontalo saat 1942," terangnya.