Minggu, 8 Maret 2026

Human Interest Story

Cerita Dahi Napu, Sosok Penjual Mangga di Gorontalo Akui Pernah Jadi Hansip dan Kepala Dusun

Dahi Napu (65), sosok penjual mangga di Kota Gorontalo cerita tentang kehidupannya.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Prailla Libriana Karauwan | Editor: Fadri Kidjab
zoom-inlihat foto Cerita Dahi Napu, Sosok Penjual Mangga di Gorontalo Akui Pernah Jadi Hansip dan Kepala Dusun
TribunGorontalo.com/Prailla
Dahi Napu, penjual mangga di Kelurahan Biawu, Kecamatan Kota Selatan, Kota Gorontalo. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Dahi Napu (65), sosok penjual mangga di Kota Gorontalo cerita tentang kehidupannya.

Dahi bersekolah hanya sampai kelas 6 Sekolah Dasar (SD).

"Terlambat ikut ujian saya jadi tidak dapat STTB (Ijazah)," ujar Dahi kepada TribunGorontalo.com, Rabu (24/1/2023).

Pria asal Paguyaman Kabupaten Boalemo itu mengaku bekerja serabutan demi menghidupi keluarganya.

"Pokoknya apa yang bisa dikerjakan, ya pasti saya kerja asal ada uangnya," katanya.

Dahi pernah menjadi buruh rotan, karyawan tambang hingga merantau ke luar daerah.

Namun siapa sangka? ternyata Dahi pernah diangkat jadi Kepala Dusun di Desa Bilato, Kecamatan Paguyaman.

Dia juga pernah terdaftar Organisasi Pertahanan Sipil (Hansip).

"Saya sudah pernah jadi buruh, jadi hansip, jadi kepala dusun juga pernah. Itu pada saat saya masih muda, masih kuat," lanjutnya.

Sekarang Dahi merasa tak mampu lagi bekerja keras. Tubuhnya telah dimakan usia.

Dahi saat ini tinggal di Kelurahan Donggala, Kecamatan Kota Barat, Kota Gorontalo.

Ia tinggal bersama saudara dan keponakannya.

Baca juga: Cerita Hairun Sau, Penjual Batu Akik Gorontalo Sukses Wujudkan Impian Anaknya jadi Perawat dan Bidan

Dahi baru sebulan jualan buah mangga di Kelurahan Biawu, Kecamatan Kota Selatan Kota Gorontalo.

Lokasinya berjarak 100 meter dari Masjid Hunto.

Mangga yang dijual Dahi berasal dari Paguyaman, dikirim oleh saudaranya menggunakan mobil angkutan umum.

Dahi mengungkapkan dirinya baru bisa pulang ketika mangga yang dijualnya sudah laku semuanya.

Ia sering berjaga hingga larut malam supaya mangga habis terjual.

Hasil keuntungan, kata Dahi, dibagi-bagi bersama empunya pohon mangga.

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved