Hari Patriotik Gorontalo
Sosok Veteran Gorontalo Kenang Perjuangan Lawan Pemberontak, Senjata Harus Usaha Sendiri
Mahmud Masili, sosok veteran Gorontalo mengenang perjuangan melawan pemberontak.
Penulis: Husnul Puhi | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Mahmud-Masili-sosok-veteran-yang-berjasa-dalam-menjaga-kedaulatan-Gorontalo.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Mahmud Masili, sosok veteran Gorontalo mengenang perjuangan melawan pemberontak.
Kala itu ia masih berstatus rakyat sipil. Namun berkat kegigihannya, ia dipercaya negara hingga menjadi prajurit.
Sebagai pejuang yang pernah bertemu Nani Wartabone ini, Mahmud mengaku harus mati-matian mencari senjata.
Pasalnya, ia bukanlah anggota TNI sehingga untuk mendapatkan senjata, mereka harus usaha sendiri.
"Kita dulu itu hanya dari rakyat biasa, rakyat yang hanya punya kemauan untuk berjuang. Senjata itu dulu kami cari sendiri, tidak seperti sekarang," kata Mahmud saat ditemui TribunGorontalo di makam Nani Wartabone, Selasa (23/1/2024).
Mahmud menjelaskan, para pejuang di Gorontalo sempat digabung pada tahun 1962.
Di situlah ia berjumpa Nani Wartabone yang kala itu memimpin Pasukan Rimba.
"Beliau almarhum ini (Nani Wartabone) pimpin pasukan rimba, kalau saya di detasemen lainnya.
"Sehingga di tahun 62 kami digabung, negara percaya dan kami menjadi prajurit," kenang Mahmud.
Pada momen Hari Patriotik Gorontalo ke-82, Mahmud berpesan kepada generasi muda supaya menanamkan rasa nasionalisme dalam diri.
Karena baginya, jiwa nasionalisme akan tumbuh subur jika berangkat dari kemauan sendiri.
"Kalau kita tidak mengerti dalam berbangsa dan bernegara itu kita akan kalah," tandasnya.
Baca juga: Hari Patriotik Gorontalo Bakal Masuk Pelajaran Sejarah Sekolah Kepolisian
Tokoh Pejuang Kemerdekaan Gorontalo
Tokoh pejuang kemerdekaan Gorontalo dikenal dengan Komite 12.
Mereka merumuskan strategi Proklamasi Kemerdekaan Gorontalo pada 12 Januari 2023 1942 itu.
Diketahui, Nani Wartabone sebagai ketua Komite 12 ini membacakan Proklamasi Kemerdekaan Gorontalo di halaman Kantor Pos Gorontalo.
Nani Wartabone didampingi oleh Kusno Danupoyo. Keduanya pun dijuluki Dwi Tunggal dari Sulawesi. Lagi-lagi, aksi keduanya lebih dulu 3 tahun dari yang dilakukan Soekarno dan Mohamad Hatta.
Proklamasi dilakukan pada Hari Jumat, 23 Januari 1942 pukul 10.00 waktu Gorontalo. Pembacaan Proklamasi lalu ditutup dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya.
Sebagai informasi, Lagu Indonesia Raya pertama kali dinyanyikan di muka umum di Jakarta pada tanggal 28 Oktober 1928 waktu diadakan Kongres Pemuda Seluruh Indonesia di kota itu.
Berikut nama-nama anggota Komite 12 sebagai tokoh inti Hari Patriotik Gorontalo:
1. Nani Wartabone sebagai Ketua
2. Kusno Danupoyo sebagai Wakil Ketua
3. Oe. H. Buluati sebagai Sekretaris
4. A.R.Ointoe sebagai Wakil Sekretaris
5. Usman Monoarfa sebagai Anggota
6. Usman Hadju sebagai Anggota
7. Usman Tumu sebagai Anggota
8. A. G. Usu sebagai Anggota
9. M.Sugondo sebagai Anggota
10. R.M.Danuwatio sebagai Anggota
11. Sagaf Alhasni sebagai Anggota
12. Hasan Badjeber sebagai Anggota
Baca juga: Tidak Banyak yang Tahu, Ternyata Ini Nama Asli Nani Wartabone sang Pejuang Kemerdekaan Gorontalo
Proklamasi kemerdekaan Gorontalo memiliki dampak yang signifikan terhadap perjuangan kemerdekaan Indonesia. Proklamasi ini menjadi pemicu semangat perjuangan kemerdekaan di seluruh wilayah Indonesia.
Proklamasi ini juga menunjukkan bahwa rakyat Indonesia memiliki tekad yang kuat untuk membebaskan diri dari penjajahan.
Proklamasi ini menjadi bukti bahwa kemerdekaan Indonesia tidak dapat dihambat oleh siapapun.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.