Viral Lokal
Alasan Ichsan Naway Sengaja Rekam Penggulungan Karpet Masjid Baiturrahim Gorontalo
Ichsan Naway, perekam video penggulungan karpet di Masjid Agung Baiturrahim Gorontalo akhirnya buka suara.
Penulis: Husnul Puhi | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Ichsan-Nawai-sosok-perekam-saat-penggulungan-karpet-di-Masjid-Baiturrahim.jpg)
Permasalahan penggulungan karpet di Masjid Agung Baiturrahim disebut telah dibahas oleh Ketua Demisioner Takmirul, Yusri Deu bersama Wali Kota Gorontalo, Marten Taha.
Menurut Yusri, perihal ini telah dibahas keesokan harinya usai kejadian penggulungan karpet pada Kamis (18/1/2024) malam hari.
"Pak Wali bilang, ya sudah dipasang lagi," jelas Yusri dengan menirukan perkataan Marten Taha.
Ia juga menjelaskan, kenapa Wali Kota Gorontalo itu menyuruh pihak takmirul untuk menggelar kembali karpet tersebut.
Sebab, Marten sempat menanyakan ke Ketua Demisioner terkait penggelaran karpet ini.
Yusri pun menjelaskan ke Marten, bahwa karpet tersebut digelar karena adanya kegiatan di masjid. Dan juga atas permintaan beberapa jemaah.
Kendatipun, sepengetahuan Marten, karpet di masjid itu memang sengaja tidak gelar karena lantainya tengah dipoles.
"Ini masjid kenapa tidak digelar karpet, karena dulunya masih sementara dipoles, dan ada juga beberapa yang lubang, tapi sekarang kan sudah selesai pemolesannya," jelas Yusri kepada TribunGorontalo.com, saat ditemui Senin (22/1/2024) sore hari.
Di samping itu, beberapa jemaah yang lansia juga turut meminta ke pihak takmirul untuk menggelar kembali karpet tersebut.
Sebab, para lansia itu merasa kesakitan dan kadang masuk angin saat beribadah di masjid agung Kota Gorontalo itu.
"Jadi begitu yang saya jelaskan ke pak Marten, dan dia mengatakan ya sudah digelar saja," imbuh Yusri.
Kendati demikian, Yusri sangat menyayangkan dengan perilaku Kabag Kesra yang menyuruh menggulung kembali karpet tersebut.
Sebab, Kabag Kesra Pemkot Gorontalo itu tak berkoordinasi langsung dengan Ketua Demisioner di masjid itu.
"Ya walaupun saya sudah hanya demisioner, setidaknya koordinasi dulu, agar tidak terjadi miss komunikasi seperti ini," pungkasnya.