Rabu, 18 Maret 2026

Viral Lokal

Alasan Ichsan Naway Sengaja Rekam Penggulungan Karpet Masjid Baiturrahim Gorontalo

Ichsan Naway, perekam video penggulungan karpet di Masjid Agung Baiturrahim Gorontalo akhirnya buka suara.

Tayang:
Penulis: Husnul Puhi | Editor: Fadri Kidjab
zoom-inlihat foto Alasan Ichsan Naway Sengaja Rekam Penggulungan Karpet Masjid Baiturrahim Gorontalo
TribunGorontalo.com/HusnulPuhi
Ichsan Nawai, sosok perekam saat penggulungan karpet di Masjid Baiturrahim Kota Gorontalo yang berujung viral. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Ichsan Naway, perekam video penggulungan karpet di Masjid Agung Baiturrahim Gorontalo akhirnya buka suara.

Ia mengaku tak bermaksud mengaitkan masalah itu dengan politik.

Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan Ketua PW Al-Jamiatul Washliyah Provinsi Gorontalo ini menegaskan bukan pengurus partai manapun.

"Kalau pribadi saya, saya yakini ini tidak ada nuansa politiknya. Tapi entah dengan jemaah lain saya tidak tahu," ungkapnya saat dikonfirmasi TribunGorontalo.com, Senin (22/1/2024) sore tadi.

"Ini tidak ada muatan politisnya, itu menurut saya, karena saya bukan orang partai. Silahkan cek di partai manapun kalau ada nama saya," imbuhnya.

Namun video yang diunggahnya terlanjur viral di media sosial. Ia pun tak mempersoalkan tanggapan warganet.

Hanya saja, ia menyesalkan perbuatan Kepala Bagian (Kabag) Kesra Pemerintah Kota Gorontalo yang tidak langsung mengkoordinasikan ke pihak takmirul maupun jemaah lainnya.

Ichsan berdalih, tindakan Kabag Kesra itu terlalu terburu-buru dan tidak memiliki alasan yang jelas. Sehingga ia mengabadikan momen itu.

"Seharusnya ini kan dikoordinasikan dulu dengan para jemaah. Mau tidaknya jemaah kan tergantung dari musyawarah," jelasnya.

Diberitakan sebelumnya, beredar video yang memperlihatkan beberapa orang terlihat tengah menggulung karpet masjid.

Lokasinya itu diketahui terjadi di Masjid Agung Baiturrahim, Kota Gorontalo.

Jemaah Masjid Baiturrahim meradang ketika oknum Pemkot Gorontalo menggulung karpet sajadah.
(Foto: Tangkapan layar facebook)

Video berdurasi 3 menit 56 detik itu diposting akun facebook Iwan Ilahude dan akun tiktok milik Marten Hypnotrick.

Dalam captionnya, Iwan menulis bahwa karpet yang sementara digulung itu merupakan sumbangan dari anggota legislatif Provinsi Gorontalo.

Sang perekam lantas mempertanyakan alasan mengapa karpet tersebut harus digulung.

Dengan nada kecewa, ia mengungkapkan bahwa karpet itu digunakan jemaah, tidak lain guna memakmurkan masjid.

“Tidak ada hubungannya dengan pemerintah kota, mengapa mereka minta ini digulung.

“Masalahnya kalau tidak ada karpet, dorang (orang tua) sakit lututnya," keluhnya.

Hanya salah paham

Rahmat Liputo meluruskan narasi salah terkait tujuan penggulungan karpet Masjid Baiturrahim Kota Gorontalo.

Narasi terkait motif penggulungan karpet ini beredar luas di media sosial melalui video yang dibuat oleh seorang netizen. 

Sebagai marbot yang sudah bekerja bertahun-tahun di masjid itu, Rahmat merasa harus meluruskan komentar miring masyarakat. 

Terutama, soal persepsi sang perekam video viral tersebut terhadap Pemerintah Kota (Pemkot) Gorontalo. 

Karena gara-gara narasi dalam video itulah yang membuat aktivitas normal di masjid itu jadi seakan terlihat buruk di mata publik. 

Menurutnya, karpet tersebut sebelumnya memang tidak digelar setiap hari. Hanya digunakan ketika ada kegiatan ataupun hari besar.

"Memang ini karpet sebelumnya tidak digelar, hanya dua shaff yang digunakan," ungkap Rahmat saat ditemui, Sabtu (20/1/2024).

Hanya karena di malam pergantian tahun pihak masjid menggelar dzikiran bersama Pemerintah Kota (Pemkot) Gorontalo, karpet itupun digelar.

Namun, pihak Marbot lupa akan penggulungan karpet itu, hingga pada Kamis malam (18/1/2024) otoritas Pemkot Gorontalo menyuruh marbot untuk menggulung kembali karpet tersebut.

"Ini karpet sebenarnya memang tidak digelar, digunakan hanya ketika ada kegiatan, tapi kami lupa saat itu untuk menggulung kembali," jelasnya.

Tanpa menggunakan karpet itupun, sebetulnya ibadah masyarakat tidak akan terganggu. Lantaran lantainya dibuat senyaman mungkin untuk salat. 

Tanggapan Ketua Demisioner Takmirul Masjid Baiturrahim

Ketua Demisioner Takmirul Masjid Baiturrahim Kota Gorontalo
Ketua Demisioner Takmirul Masjid Baiturrahim Kota Gorontalo, Yusri Deu (TribunGorontalo.com)

Permasalahan penggulungan karpet di Masjid Agung Baiturrahim disebut telah dibahas oleh Ketua Demisioner Takmirul, Yusri Deu bersama Wali Kota Gorontalo, Marten Taha.

Menurut Yusri, perihal ini telah dibahas keesokan harinya usai kejadian penggulungan karpet pada Kamis (18/1/2024) malam hari.

"Pak Wali bilang, ya sudah dipasang lagi," jelas Yusri dengan menirukan perkataan Marten Taha.

Ia juga menjelaskan, kenapa Wali Kota Gorontalo itu menyuruh pihak takmirul untuk menggelar kembali karpet tersebut.

Sebab, Marten sempat menanyakan ke Ketua Demisioner terkait penggelaran karpet ini.

Yusri pun menjelaskan ke Marten, bahwa karpet tersebut digelar karena adanya kegiatan di masjid. Dan juga atas permintaan beberapa jemaah.

Kendatipun, sepengetahuan Marten, karpet di masjid itu memang sengaja tidak gelar karena lantainya tengah dipoles.

"Ini masjid kenapa tidak digelar karpet, karena dulunya masih sementara dipoles, dan ada juga beberapa yang lubang, tapi sekarang kan sudah selesai pemolesannya," jelas Yusri kepada TribunGorontalo.com, saat ditemui Senin (22/1/2024) sore hari.

Di samping itu, beberapa jemaah yang lansia juga turut meminta ke pihak takmirul untuk menggelar kembali karpet tersebut.

Sebab, para lansia itu merasa kesakitan dan kadang masuk angin saat beribadah di masjid agung Kota Gorontalo itu.

"Jadi begitu yang saya jelaskan ke pak Marten, dan dia mengatakan ya sudah digelar saja," imbuh Yusri.

Kendati demikian, Yusri sangat menyayangkan dengan perilaku Kabag Kesra yang menyuruh menggulung kembali karpet tersebut.

Sebab, Kabag Kesra Pemkot Gorontalo itu tak berkoordinasi langsung dengan Ketua Demisioner di masjid itu.

"Ya walaupun saya sudah hanya demisioner, setidaknya koordinasi dulu, agar tidak terjadi miss komunikasi seperti ini," pungkasnya.

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved