Viral Lokal
Alasan Ichsan Naway Sengaja Rekam Penggulungan Karpet Masjid Baiturrahim Gorontalo
Ichsan Naway, perekam video penggulungan karpet di Masjid Agung Baiturrahim Gorontalo akhirnya buka suara.
Penulis: Husnul Puhi | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Ichsan-Nawai-sosok-perekam-saat-penggulungan-karpet-di-Masjid-Baiturrahim.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Ichsan Naway, perekam video penggulungan karpet di Masjid Agung Baiturrahim Gorontalo akhirnya buka suara.
Ia mengaku tak bermaksud mengaitkan masalah itu dengan politik.
Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan Ketua PW Al-Jamiatul Washliyah Provinsi Gorontalo ini menegaskan bukan pengurus partai manapun.
"Kalau pribadi saya, saya yakini ini tidak ada nuansa politiknya. Tapi entah dengan jemaah lain saya tidak tahu," ungkapnya saat dikonfirmasi TribunGorontalo.com, Senin (22/1/2024) sore tadi.
"Ini tidak ada muatan politisnya, itu menurut saya, karena saya bukan orang partai. Silahkan cek di partai manapun kalau ada nama saya," imbuhnya.
Namun video yang diunggahnya terlanjur viral di media sosial. Ia pun tak mempersoalkan tanggapan warganet.
Hanya saja, ia menyesalkan perbuatan Kepala Bagian (Kabag) Kesra Pemerintah Kota Gorontalo yang tidak langsung mengkoordinasikan ke pihak takmirul maupun jemaah lainnya.
Ichsan berdalih, tindakan Kabag Kesra itu terlalu terburu-buru dan tidak memiliki alasan yang jelas. Sehingga ia mengabadikan momen itu.
"Seharusnya ini kan dikoordinasikan dulu dengan para jemaah. Mau tidaknya jemaah kan tergantung dari musyawarah," jelasnya.
Diberitakan sebelumnya, beredar video yang memperlihatkan beberapa orang terlihat tengah menggulung karpet masjid.
Lokasinya itu diketahui terjadi di Masjid Agung Baiturrahim, Kota Gorontalo.
Video berdurasi 3 menit 56 detik itu diposting akun facebook Iwan Ilahude dan akun tiktok milik Marten Hypnotrick.
Dalam captionnya, Iwan menulis bahwa karpet yang sementara digulung itu merupakan sumbangan dari anggota legislatif Provinsi Gorontalo.
Sang perekam lantas mempertanyakan alasan mengapa karpet tersebut harus digulung.
Dengan nada kecewa, ia mengungkapkan bahwa karpet itu digunakan jemaah, tidak lain guna memakmurkan masjid.