Wisata Gorontalo
Asal Usul Tapak Kaki Lahilote, Peninggalan Sejarah di Pantai Pohe Gorontalo
Tapak Kaki Lahilote merupakan peninggalan sejarah di Gorontalo. Objek wisata ini terletak di Desa Pohe, Kecamatan Hulothalangi, Kota Gorontalo
Penulis: Arianto Panambang | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Pantai-pohegorontalo.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Tapak Kaki Lahilote merupakan peninggalan sejarah di Gorontalo.
Objek wisata ini terletak di Desa Pohe, Kecamatan Hulothalangi, Kota Selatan, Kota Gorontalo.
Jaraknya 6 kilometer (km) dari pusat Kota Gorontalo.
Tapak Kaki Lahilote atau Botu Liyodu Ley Lahilote ini tepat berada di pinggiran Pantai Pohe.
Konon katanya masyarakat meyakini tapak kaki tersebut merupakan jejak Lahilote.
Lahilote merupakan pengembara yang jatuh cinta pada wanita cantik bernama Boyilode Hulawa.
Pantauan TribunGorontalo.com, Sabtu (20/1/2024), tampak peninggalan sejarah itu sudah tidak terawat.
Beberapa rumput liar tumbuh di sekitar batu tersebut.
Warga Kelurahab Pohe, Arman, mengatakan peninggalan sejarah ini memang sudah lama tidak terawat.
"Iya betul, beginilah keadaannya sekarang," ucapnya.
Namun peninggalan sejarah tetaplah peninggalan yang harus dilestarikan, kata Arman.
Banyak masyarakat di sekitar kawasan Tapak Kaki tersebut yang berjualan makanan dan minuman.
Beragam menu makanan itu harganya bervariasi, mulai dari Rp5 ribu sampai Rp25 ribu.
Pengunjung bisa menikmati keindahan pesisir pantai Pohe.
Desiran ombak dan pesona pasir putih melengkapi tujuan pengunjung yang melihat peninggalan sejarah Tapak Kaki Lahilote.
Kisah Lahilote
Keberadaan Tapak Kaki tersebut tak lepas dari kisah Lahilote yang melegenda di Gorontalo.
Dahulu, ahilote jatuh cinta pada bidadari cantik dari kayangan bernama Boyilode Hulawa.
Lahilote menyembunyikan selendang bidadari Boyilode Hulawa. Ia berusaha mendekati dan membujuk agar bisa menikahinya. Akhirnya Lahilote berhasil menikahi Boyilode.
Seiring berjalannya waktu, Boyilode menemukan selendang yang dicuri oleh Lahilote di dalam bambu.
Baca juga: Asal Usul Nama Talaga, Wilayah Kabupaten Gorontalo Jadi Saksi Bisu Perjalanan Raja Tilahunga
Boyilode akhirnya memutuskan untuk kembali ke kayangan.
Melihat hal itu, Lahilote tak tinggal diam, ia menyusul sang istri kekayangan dengan mengunakan sebatang rotan sebagi pelontar.
Lahilote pun bisa bertemu dan tinggal beberapa saat di Kayangan. Namun kebersamaan itu tidak bertahan lama, penuaan yang di alaminya, ia harus kembali ke bumi karena peraturan kayangan yang menurunkan Lahilote secara paksa.
Ia turun ke bumi dengan mengunakan rambutnya yang beruban, rambut itu diracut hingga menyerupai tali.
Namun, nasib malang menimpa Lahilote, tali tersebut putus dan dia jatuh ke Bumi dengan kaki kanannya jatuh di Pantai Pohe, Kota Gorontalo dan kaki kirinya jatuh ke Pelabuhan Kwandang, Gorontalo Utara.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.