Wiki Gorontalo
Asal Usul Nama Talaga, Wilayah Kabupaten Gorontalo Jadi Saksi Bisu Perjalanan Raja Tilahunga
Wilayah Kecamatan Telaga di Kabupaten Gorontalo menjadi saksi perjalanan Raja Tilahunga. Raja tilahunga ialah seorang Raja atau dalam bahasa Gorontalo
Penulis: Risman Taharudin | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Kawasan-Telaga-Kabupaten-Gorontalo.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Wilayah Kecamatan Telaga di Kabupaten Gorontalo menjadi saksi perjalanan Raja Tilahunga.
Raja Tilahunga atau bahasa Gorontalo Olongia, pernah memerintah kerajaan Bulango sekitar abad 17 dan abad 18.
Ali MobiliU pemerhati sejarah Gorontalo mengatakan, Raja Tilahunga ketika itu mendapat julukan Olongia Ta To Kereta Hulawa (raja yang menaiki kereta emas). Disebut demikian karena pada momen-momen tertentu beliau menggunakan kereta berhiaskan emas.
"Beliau adalah pemimpin yang memperhatikan kesejahteraan rakyatnya," ungkap Ali, Senin (11/7/2023).
Raja Tilahunga pada suatu ketika pernah memimpin rakyatnya melakukan perjalanan mencari lahan yang subur untuk bercocok tanam di pesisir Danau Limboto.
Jejak perjalanannya tersebut hingga kini diabadikan menjadi nama beberapa desa di wilayah Kecamatan Telaga, Kabupaten Gorontalo.
Ali MobiliU mengatakan, jika merujuk pada sejarah masa lalu, penamaan dan penulisan kawasan ini adalah Talaga bukan Telaga.
Hal itu sangat terkait erat dengan asal mula penamaan kawasan ini yang berasal dari kata ta laga lagayi atau Tahilagaia dalam bahasa Gorontalo. Tahilagaia bermakan orang sehat, segar bugar sehingga tampak gagah dan berwibawa.
Bermula dari perjalanan Raja Tilahunga yang memerintah linulah atau kerajaan Bulango berpusat di wilayah Kecamatan Tapa Kabupaten Bone Bolang sekarang.
Menurut Catatan sejarah Raja Tilahunga memimpin antara abad 17 dan abad 18. Raja tilahunga dikenal sebagai pemimpin yang arif bijaksana dan sangat memperhatikan kesejahteraan rakyatnya.
Terutama ketersediaan bahan makanan menjadi kebutuhan utama penduduknya. Konon, para pembesar kerajaan mengerti Ilmu Perbintangan atau dalam Bahasa Gorontalo disebut Panggoba Lo kerajaan.
Raja menyampaikan perihal musim kemarau panjang yang dapat menyebabkan paceklik atau paliti bagi rakyat. Mereka harus menyediakan perbekalan makanan yang cukup selama musim kemarau.
Mendengar perihal itu maka sebagai seorang pemimpin yang sangat peduli dengan kepentingan rakyatnya wajib dilakukan lantas mulai berpikir keras. Bagaimana caranya agar saat musim kemarau tiba rakyatnya tidak kekurangan bahan makanan.
Sang raja akhirnya menemukan solusi mengatasi persoalan itu. Caranya, mereka mencari lahan yang lebih subur di luar kawasan Bulango untuk bercocok tanam agar persediaan bahan makanan tetap terjamin.
Kata Ali, suatu hari Raja Tilahunga mengumpulkan seluruh rakyatnya dan memaklumkan perihal permintaannya kepada para kaum laki-laki yang kuat dan sehat. Rakyat pun diminta berjalan mencari lahan yang subur di daerah kawasan Danau Limboto. Titah sang raja itu pun didengar dan disambut penuh sukacita oleh rakyatnya.