Human Interest Story
20 Tahun Jualan Kue di Gorontalo, Sri Dewi Hasan Cerita Tantangan jadi Pedagang Kukis
Sri Dewi Hasan (51) menceritakan perjalanannya berjualan kue. Dewi memulai usahanya sejak tahun 2003 silam.
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Sri-Dewi-Hasan-pemilik-Rumah-Kue-Aliqa.jpg)
Hal itu berdasarkan permintaan pelanggan jelang hari raya Idul Fitri.
Saat ini, pelanggan Dewi kebanyakan adalah instansi pemerintah dan atau lembaga swasta.
"Apalagi kalau mereka buat kegiatan, itu banyak yang sering mereka pesan," tambahnya.
Bukan tak beralasan, Dewi menyebut bahwa kue buatannya tergolong sedikit mahal, antara Rp 1.500-3.000 per biji.
Hal itu karena kualitas bahan dan rasanya yang menjadi nilai jual tersendiri.
"Saya ini dari cewek jualan kue, jadi sudah tau bagaimana mengolahnya dengan baik, apalagi saat ini sudah banyak jenis kue baru, dan menurut saya gampang sekali untuk saya menyesuaikan," ulasnya.
Dibalik perjalanannya itu, saat ini Dewi telah mempekerjakan tiga orang karyawan.
Ia menyayangkan perhatian pemerintah setempat. Dewi menyebut sejauh ini usahanya tidak pernah sedikitpun dilirik atau mendapat alokasi bantuan dari pemerintah.
"Saya sering di undang untuk acara-acara di kabupaten, tapi tidak pernah sekalipun saya dapat bantuan," tutupnya.