Menteri Jokowi Mundur
Berembus Isu 15 Menteri Andalan Jokowi Akan Mundur dari Kabinet, Ada Basuki dan Sri Mulyani
Menteri yang bakal mundur bahkan ada nama menteri andalan Jokowi yakini Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Basuki-Hadimuljono-kiri-dan-Sri-Mulyani-8889.jpg)
Terbukti dari rampungnya banyak proyek infrastruktur.
Pembangunan jalan tol Trans Jawa dan Trans Sumatera, serta jalan Trans Papua yang terbengkalai di era pemerintahan sebelumnya, menunjukkan progres yang signifikan.
Tanggapan Pengamat Soal Menteri Mundur
Direktur Eksekutif Lingkar Madani (LIMA) Indonesia Ray Rangkuti menilai sejumlah menteri bakal menyatakan mundur setelah pelaksanaan Pemilihan Presiden 2024.
Hal tersebut diungkapkan oleh Ray menanggapi seruan Ekonom Senior Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Faisal Basri agar sejumlah menteri di kabinet Presiden Joko Widodo (Jokowi) mundur.
"Nanti setelah pilpres (sebagian menteri mundur). Sekarang semua masih menahan diri," ujar Ray kepada wartawan, Rabu (17/1/2024).
Ray memperkirakan, para menteri yang mundur itu kebanyakan dari PDI Perjuangan dan NasDem.
Para menteri yang berasal dari kedua partai tersebut, menurut Ray, masih menahan diri.
"Untuk sekarang mereka belum mundur dari kabinet. Sebab akan buruk terhadap partai maupun capres yang didukung oleh partai," ujar Ray.
Respons Ganjar Pranowo Soal Menteri Mundur
Capres nomor urut 3, Ganjar Pranowo, merespons isu rencana mundurnya Menteri Keuanhan Sri Mulyani dan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dari Kabinet Indonesia Maju pimpinan Presiden Jokowi.
Ganjar mengaku belum mengetahui hal tersebut. Namun, seandainya hal tersebut terjadi, ia meyakini ada sesuatu di dalamnya.
Ia kemudian berharap agar hal tersebut tak menjadi kenyataan.
"Saya kurang tahu malah ya. Tapi seandainya itu terjadi, pasti ada sesuatu. Mudah-mudahan tidak terjadi," kata Ganjar, kepada wartawan di Magetan, Jawa Timur, pada Kamis (18/1/2024).
Menurutnya, jika hal itu terjadi, publik perlu mengetahui permasalahan sebenarnya yang terjadi. Sehingga, katanya, agar permasalahan tersebut dapat diupayakan untuk diperbaiki.
"Tapi seandainya terjadi, akan lebih baik kalau publik tahu apa problemnya. Sehingga kalau itu atau beliau-beliau mau mundur karena ada sesuatu, nah sesuatu ini saja yang disampaikan agar beliau tidak mundur, tetapi diperbaiki," ungkapnya.
Hal tersebut, kata Ganjar, agar keberlangsungan pemerintah yang ada saat ini terus berlanjut.
"Tapi kalau sesuatunya tidak bisa tertolong, mungkin itu menjadi sikap yang saya belum tahu. Tapi coba nanto saya tanyakan, karena saya kenal sama beliau-beliau juga," ungkap Ganjar.