Berita Kabupaten Bone Bolango
Warga Desa Kopi Gorontalo Resah, Truk Proyek Waduk Bulango Ulu Ugal-ugalan di Jalan
Warga Desa Kopi, Kecamatan Bulango Utara, Kabupaten Bone Bolango mengaku aksi nakal pengemudi truk sudah pernah memakan korban.
Penulis: Husnul Puhi | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Mobil-truk-pengangkut-material-proyek-waduk-menuai-sorotan-warga-Desa-Kopi-Kabupaten-Bone-Bolango.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Warga Gorontalo resah, truk proyek Waduk Bulango Ulu ugal-ugalan di jalan.
Warga Desa Kopi, Kecamatan Bulango Utara, Kabupaten Bone Bolango mengaku aksi nakal pengemudi truk sudah pernah memakan korban.
Karena kecepatan di atas rata-rata akibatnya material pasir dan kerikil berhamburan. Pengendara sepeda motor pernah mengalami kecelakaan.
Selain ugal-ugalan, material tidak ditutupi terpal.
Menurut Fredy Lihawa, tindakan sopir truk proyek itu sangat membahayakan masyarakat Desa Kopi.
"Sudah ada korban kecelakaan akibat material pasir dan batu kerikil yang berjatuhan di jalanan," kata Fredy kepada TribunGorontalo.com di kantor Desa Kopi, Selasa (16/1/2024) siang hari.
Fredy pun tak mengetahui alasan para sopir itu memacu kecepatan truk saat memuat bahan material proyek.
Setiap hari truk-truk melintasi Desa Kopi. Mulai dari pagihingga malam hari. Bahkan ada pula beroperasi pada pukul 01.00 - 03.00 Wita dini hari.
Selain truk, mobil patroli juga disebut ugal-ugalan dan tak pernah lambat.
"Kendaraan patroli juga seperti itu, tak pernah lambat dan selalu cepat. Kecepatannya itu selalu di atas 40 kilo meter per jam," lanjut Fredy.
Pendapata serupa dilontarkan Sahya Harisa. Rumahnya tepat di tepi jalan. Ia sependapat bahwa truk proyek itu sudah lama meresahkan warga setempat.
Baca juga: Jeritan Petani Cabai Pilohayanga Gorontalo, Tak Ada Irigasi dan Hanya Bergantung Air Hujan
Bahkan mereka sudah mengingatkan para pekerja yang membangun waduk. Namun sampai sekarang kondisinya tidak berubah.
"Ini sudah lama terjadi bahkan sudah setahun. Kami sudah ingatkan mereka tapi tidak ada realisasinya," jelasnya.
Biasanya para pekerja menyirami jalanan yang berdebu karena muatan pasir dan kerikil tapi sekarang tidak lagi.
Kini debu jalanan sering mengganggu aktivitas warga terutama permukiman di dekat jalan.