Berita Kota Gorontalo
3 Penyakit Ini Paling Banyak Diderita Masyarakat Kota Gorontalo di Tahun 2023
Dinas Kesehatan Kota Gorontalo membeberkan tiga penyakit yang memiliki angka penyebaran tertinggi di Kota Gorontalo.
Penulis: Prailla Libriana Karauwan | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Ilustrasi-seseorang-berbaring-kesakitan.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Dinas Kesehatan Kota Gorontalo membeberkan tiga penyakit yang memiliki angka penyebaran tertinggi di Kota Gorontalo.
Tiga penyakit itu adalah demam berdarah dengue, malaria dan diare.
"Tiga ini dulu yang memang kita prioritaskan pencegahannya di tahun 2024," ujar Harson Ahudulu, Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinas Kesehatan Kota Gorontalo, kepada TribunGorontalo.com, Kamis (11/1/2024).
Demam berdarah adalah penyakit yang cukup tinggi angkanya di Kota Gorontalo yakni sebanyak 72 kasus di tahun 2023. Penderita terdiri dari 34 pria dan 38 wanita.
Selain DBD, diare juga menjadi penyakit yang jadi sorotan utama dinkes pada tahun 2024. Tercatat diare menembus 1.174 kasus di tahun 2023.
Diare menjadi salah satu penyakit yang mendapat perhatian lebih dari Dinas Kesehatan Kota Gorontalo karena bisa menyebabkan kematian.
"Setiap kita turun, pasti ada yang meninggal karena diare," ujarnya.
Baca juga: Malaria dan Demam Berdarah Masih Isu Utama KLB di Kabupaten Pohuwato, Begini Pesan Dinas Kesehatan
Diare ini juga sebenarnya disebabkan oleh faktor hidup yang kurang sehat. Oleh karenanya, Harson berharap warga Kota Gorontalo untuk terus memperhatikan pola hidup.
Di sisi lain, penyakit malaria jadi perhatian pemerintah di tahun 2024.
Kota Gorontalo sebenarnya sudah dinyatakan zona hijau oleh Kementerian Kesehatan RI dari kasus malaria sejak tahun 2009.
Namun di tahun 2023, tercatat ada 76 kasus malaria di Kota Gorontalo. Menurut Harson, penyakit malaria ini dibawa orang luar Kota Gorontalo.
"Ada yang dari Pohuwato, Papua, Manado, hingga Sulawesi Tengah. Jadi tidak murni dari Kota Gorontalo," jelasnya.
Meskipun Kota Gorontalo zona hijau, namun di Kota Gorontalo memiliki tempat nyamuk Anopheles untuk tumbuh dan hidup di Kecamatan Dungingi, Kecamatan Kota Utara, dan Kecamatan Kota Barat.
"Kota Utara karena ada ladang persawahan yang luas, sedangkan di Kota Barat adanya danau," imbuhnya.
Penderita malaria pun dari Kementerian Kesehatan RI telah menyalurkan obat malaria kepada Dinas Kesehatan dan Puskesmas hingga ke tangan penderita dengan gratis yang diharapkan dapat menekan angka penyakit malaria.
Adapun penyakiit yang tetap dipantau oleh dinkes adalah pneumonia sebanyak 56 kasus, Infeksi Saluran Pernapasan Anak (ISPA) pada balita sebanyak 530 kasus, Tuberculosis (TB) sebanyak 1956 kasus.