Minggu, 22 Maret 2026

Penyakit Menular

Diabetes Melitus jadi Penyakit Kedua Terbanyak di Gorontalo, 15.573 Penderita per Tahun 2023

Penyakit diabetes melitus menduduki peringkat kedua terbayak penyakit menular di Gorontalo.

Tayang:
Penulis: Prailla Libriana Karauwan | Editor: Fadri Kidjab
zoom-inlihat foto Diabetes Melitus jadi Penyakit Kedua Terbanyak di Gorontalo, 15.573 Penderita per Tahun 2023
Diabetes.co.uk
Ilustrasi Diabetes 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Penyakit diabetes melitus menduduki peringkat kedua terbayak penyakit menular di Gorontalo.

Iswan Ahmad, Ketua Tim Kerja Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular dan Penyakit Tidak Menular Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo mengatakan bahwa penyakit diabetes melitus berada diurutan kedua terbanyak setelah penyakit hipertensi.

"Penyakit tidak menular di Gorontalo penyandang hipertensi yang paling tinggi kemudian diabetes melitus," ujarnya kepada TribunGorontalo.com, Selasa (24/10/2023).

Penderita penyakit diabetes melitus yang terdeteksi di Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo merupakan hasil screaning factor risiko Penyakit Tidak Menular (PTM) kepada masyarakat di seluruh puskesmas Provinsi Gorontalo melalui kegiatan Pos Binaan Terpadu Penyakit Tidak Menular (posbindu).
"Ini hasil skrening di semua puskesmas yang ada di Provinsi Gorontalo melalui kegiatan posbindu," lanjutnya.

Terdapat 374.899 peserta hasil screaning keseluruhan penyakit tidak menular di Provinsi Gorontalo. Penderita Hipertensi sebanyak 61.413 peserta atau 16,38 persen dari keseluruhan jumlah peserta yang dilakukan skrening di Provinsi Gorontalo.

Sedangkan, diabetes melitus berada diperingkat kedua yaitu sebesar 15.573 peserta atau 0,42 persen dari jumlah seluruh peserta yang dilakukan skrening PTM.

"Jumlah peserta yang dilakukan screaning penyakit tidak menular periode bulan januari sd oktober 2023 sebanyak 374.899 peserta, penyandang hipertensi terbanyak sebesar 61.413 peserta. Pada penyandang diabetes melitus sebesar 15.573 peserta," ungkap Iswan.

Iswan Ahmad, Ketua Tim Kerja Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular
Iswan Ahmad, Ketua Tim Kerja Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular dan Penyakit Tidak Menular Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo

Data tersebut diambil berdasarkan data yang ada pada aplikasi ASIK Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo.

"Ini menurut hasil analisa penyakit tidak menular berdasarkan jumlah peserta yang ada di aplikasi sehat indonesiaku atau disingkat ASIK,"

Adapun upaya yang dilakukan Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo melalui Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular dan Tidak Menular dalam rangka menekan angka penderita diabetes melitus ialah dengan cara mengedukasi masyarakat agar dapat menghindari faktor risiko dari penyakit diabetes melitus seperti obesitas, kurang beraktifitas dan mengonsumsi gula secara berlebihan.

"Faktor risiko itu yang mempengaruhi meningkatnya diabetes melitus," terangnya.

Tak hanya itu, penderita hipertensi juga beresiko terkena penyakit diabetes melitus. Maka dari itu, jika ada pelayanan kesehatan gratis yang diselenggarakan oleh fasilitas kesehatan selalu mengadakan pemeriksaan tekanan darah dan gula darah.

Sedangkan untuk jumlah penderita kanker serviks terkecil di Provinsi Gorontalo. Hal itu disebabkan budya malu yang dimiliki oleh masyarakat gorontalo yang masih cukuo tinggi dan juga penyakit tersebut bersinggungan langsung dengan privasi masing-masing individu.

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved