Selasa, 3 Maret 2026

Peristiwa Lokal

Petani Gorontalo Gagal Panen, Padi Menguning dan Kosong, Ini Biang Keroknya

Seorang petani di Kota Gorontalo, Mansur Jibu kepada Tribun Gorontalo, Rabu (10/1/2024) mengaku padinya kena hama itu jadi berwarna kuning kemerah-mer

|
Penulis: Prailla Libriana Karauwan | Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Petani Gorontalo Gagal Panen, Padi Menguning dan Kosong, Ini Biang Keroknya
TribunGorontalo.com/Prailla Libriana
Petani di Kota Gorontalo ditemui Tribun Gorontalo, Rabu (10/1/2024). 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Sejumlah petani Gorontalo mengakui gagal panen pada musim panen Desember 2023.

Penyebabnya hama. Masalah ini memang sudah muncul sejak masa tanam.

Seorang petani di Kota Gorontalo, Mansur Jibu kepada Tribun Gorontalo, Rabu (10/1/2024) mengaku padinya kena hama itu jadi berwarna kuning kemerah-merahan. 

Tidak hanya mengalami perubahan warna, padi yang diserang hama juga tidak berisi. 

Mansur Jibu menemukan biang keroknya. Ternyata adalah hama yang disebut sebagai “burung putih”.

"Kemarin gagal panen karena burung putih ini," ujarnya.

Pada musim panen sebelumnya dirinya kerap mendapatkan padi hingga 30 karung lebih. 

Namun pada musim panen Desember 2023 kemarin hanya mendapatkan padi kurang dari 20 karung.

Pembasmian burung putih tersebut dilakukan dengan cara menyemprotkan obat ke tanaman padi agar hama tersebut tidak lagi menghinggapi tanaman tersebut.

"Ada bermacam-macam obat itu, tidak tau juga mana yang bagus mana yang tidak," lanjutnya.

Padahal biaya yang dikeluarkan oleh Mansur pada saat penanaman benih padi sekira Rp 700 ribu.

Ia merinci biaya untuk penanaman benih Rp 300 ribu dan biaya sewa mesin traktor yang digunakan untuk membajak sawah Rp 400 ribu.

"Jadi rasa rugi, sudah sekian ribu yang dikeluarkan tapi hasilnya malah gagal panen," kata Mansur, kecewa.

Husin Husain dan Husain Puloli yang juga petani di Kabupaten Bone Bolango mengatakan padi milik mereka gagal panen pada musim panen kemarin.

Kata Husain, ketika musim panen dia kerap mendapatkan 20 karung padi. 

Namun pada musim panen kemarin dirinya hanya mendapatkan 10 karung padi saja.

"Gagal panen kemarin itu," ujarnya.

Penyebab dari gagal panen tersebut adalah adanya hama yang kerap menghinggapi tanaman padi.

"Hama burung putih dengan keong paling banyak," lanjutnya.

Adapun biaya yang dikeluarkan oleh Husin dan Husain adalah sekira Rp 750 ribu sekali tanam.

"Totalnya itu Rp 750 ribu sudah sekalian dengan sewa traktor," imbuhnya.

Maka dari itu, pada musim awal penanaman padi kali ini, baik Mansur, Husain dan Husin rajin turun ke area persawahan untuk mengecek serta menyebarkan obat ke tanaman padi agar musim panen kemudian mereka tidak akan gagal panen lagi.(*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved