Kamis, 19 Maret 2026

Zona Perang

NATO Umumkan Rencana Baru untuk Memasok 1.000 Rudal Patriot ke Eropa

Rencana tersebut bertujuan untuk memfasilitasi pasok hingga 1.000 rudal untuk sistem pertahanan udara Patriot Amerika Serikat (AS) di beberapa negara

Tayang:
Penulis: Redaksi | Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto NATO Umumkan Rencana Baru untuk Memasok 1.000 Rudal Patriot ke Eropa
Dod
Rudal pertahanan yang dikirim ke Ukraina. 

TRIBUNGORONTALO.COM -- The North Atlantic Treaty Organization (NATO) mengumumkan rencana terbaru terkait pertahanannya pada awal tahun 2024. 

Rencana tersebut bertujuan untuk memfasilitasi pasok hingga 1.000 rudal untuk sistem pertahanan udara Patriot Amerika Serikat (AS) di beberapa negara Eropa.

Keputusan ini diumumkan setelah meningkatnya permintaan akan sistem Patriot, yang disebabkan oleh perkembangan konflik di Ukraina.

Baca juga: Apa Itu Iron Bird? Teknologi untuk Jet Hypersonic Quarterhorse yang Berhasil Diuji Hermeus

Badan Dukungan dan Pengadaan NATO (NSPA) telah mengeluarkan kontrak produksi dan pengiriman senilai hingga $5,6 miliar kepada COMLOG, sebuah joint venture antara RTX (sebelumnya Raytheon) dan konsorsium rudal Eropa MBDA Missile Systems Inc.

Kontrak ini mencakup produksi versi Guidance Enhanced Missile-Tactical (GEM-T) dari rudal Patriot PAC-2, yang telah dioptimalkan untuk kinerja yang lebih baik melawan rudal balistik.

Baca juga: Serangan Drone AS di Baghdad Menewaskan Pemimpin Milisi yang Berafiliasi dengan Iran

Langkah ini juga memiliki dampak positif pada basis industri di Eropa. Thomas Gottschild, Managing Director MBDA Jerman, menyatakan bahwa kontrak ini akan memperkuat kemampuan industri dan militer di Eropa dengan mendirikan fasilitas produksi di Jerman.

Negara-negara yang terlibat dalam kesepakatan ini, seperti Jerman, Belanda, Rumania, dan Spanyol, juga telah menyumbangkan sejumlah Patriot missiles ke Ukraina sejak tahun 2023.

Ukraina sendiri telah mengalami serangan besar-besaran oleh Rusia, yang termasuk misil Kinzhal, Iskander-M, dan rudal jelajah.

Penting untuk dicatat bahwa langkah ini bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan NATO, tetapi juga untuk memperkuat pertahanan udara Ukraina.

Presiden Ukraina, Volodymr Zelenzky, mengakui peran kritis rudal Patriot yang telah didonasikan dalam melindungi negaranya dari ancaman Rusia.

Selain itu, keputusan ini memiliki dampak pada ekonomi, dengan membawa produksi Patriot ke Eropa.

Kontrak ini memungkinkan MBDA untuk mendirikan fasilitas produksi di Jerman, menciptakan lapangan kerja, dan memperkuat rantai pasokan amunisi.

Meski upaya ini dilakukan untuk mengisi stokpile NATO yang terdeplesi, kemungkinan besar kontrak ini juga akan memberikan peluang bagi Ukraina untuk menerima lebih banyak pengiriman rudal Patriot di masa mendatang.

Harapan akan interceptor tambahan untuk kekuatan NATO di masa depan dapat mendorong negara-negara anggota untuk memprioritaskan lebih banyak pengiriman untuk Ukraina dalam waktu yang tidak terlalu lama.

Seiring dengan kondisi keamanan global yang semakin tidak pasti, langkah-langkah ini menandai pergeseran dalam kolaborasi pertahanan udara internasional untuk mengatasi ancaman bersama dan memastikan keamanan di berbagai belahan dunia.(*) (WarZone)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved