Minggu, 15 Maret 2026

Viral Nasional

HEBOH Iring-iringan Jenazah Lukas Enembe di Jayapura Berakhir Ricuh, Massa Serang TNI Polri

Iring-iringan jenazah eks Gubernur Papua, Lukas Enembe berakhir ricuh. Massa melempari ruko dan mobil. Tak hanya itu, mereka juga menyerang TNI Polri

Tayang:
Editor: Fadri Kidjab
zoom-inlihat foto HEBOH Iring-iringan Jenazah Lukas Enembe di Jayapura Berakhir Ricuh, Massa Serang TNI Polri
Tribun-Papua.com/Noel Wenda
Massa yang tergabung dalam iringan jenazah eks Gubernur Papua, Lukas Enembe, secara spontan mengibarkan bendera Bintang Kejora. Peristiwa ini berlangsung saat massa mengarak peti jenazah Lukas Enembe di Sentanni, Jayapura, Papua, Kamis (28/12/2023). 

TRIBUNGORONTALO.COM – Iring-iringan jenazah eks Gubernur Papua, Lukas Enembe berakhir ricuh.

Massa melempari ruko dan mobil. Tak hanya itu, mereka juga menyerang TNI Polri yang menjaga jenazah Lukas Enembe.

Sepanjang jalan menuju STAKIN Sentani itu dipenuhi warga yang memprotes kematian Lukas Enembe.

"Polisi tentara jangan ada di jalan, kamu yang bunuh bapa kami," ujar seorang dari massa seperti dikutip TribunPapua, Kamis (28/12/2023).

Kondisi kian runyam karena kendaraan milik pejabar, polisi hingga masyarakat dirusak gelombang massa.

Penjabat gubernur Papua Ridwan Rumasukun terluka di bagian kepala setelah terkena lemparan batu.

Menurut pantauan Tribun Papua di lokasi, Ridwan bersama rombongan berada di belakang massa arak-arakan jenazah Lukas Enembe.

Baca juga: Terungkap Zat Campuran Miras di Bar Hotel Surabaya yang Menewaskan 3 Personel Band

Namun, saat kericuhan terjadi, Ridwan berada di mobil dan turut terkena lemparan batu hingga kepalanya terluka.

Lantas, Ridwan pun dievakuasi aparat untuk mendapat perawatan.

Di sisi lain, massa tetap melanjutkan perjalanan mengantarkan jenazah Lukas Enembe ke peristirahatan terakhirnya di STAKIN Sentani.

Bendera Bintang Kejora Berkibar, Teriakan Papua Merdeka Menggema

Saat iring-iringan, massa pun turut mengibarkan bendera Bintang Kejora di tengah kerumunan.

Bahkan, ada teriakan Papua Merdeka dari massa yang ada.

Adapun peristiwa pengibaran bendera Bintang Kejora itu berawal ketika massa memaksa untuk mengarak peti jenazah Lukas Enembe dari Bandara Sentani menuju STAKIN Sentani.

Awalnya, massa menahan rombongan keluarga dan Forkopimda Papua dan memaksa harus mengarak jenazah Lukas Enembe keluar dari ruang VIP Bandara Sentani, dengan berjalan kaki.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved