Sabtu, 7 Maret 2026

Viral Nasional

Kronologis Biarawati di NTT Akhiri Hidupnya Jelang Natal

Seorang biarawati di Nusa Tenggara Timur (NTT) mengakhiri hidupnya menjelang perayaan natal.

Tayang:
Editor: Fadri Kidjab
zoom-inlihat foto Kronologis Biarawati di NTT Akhiri Hidupnya Jelang Natal
darpanmagazine.com
Ilustrasi Biarawati gantung diri 

TRIBUNGORONTALO.COM – Seorang biarawati di Nusa Tenggara Timur (NTT) mengakhiri hidupnya menjelang perayaan natal.

Wanita berinisial MYD (27) ditemukan dalam kondisi tak bernyawa di ruangan makan asrama Bakti Mandiri.

Asrama di Kecamatan Kota Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur (NTT) itu sontak viral di media sosial.

Menurut Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda NTT, Kombespol Ariasan, kejadian sekira pukul 13.30 Wita, Minggu (24/12/2023).

Bagaimana kronologisnya?

Jasad MYD ditemukan oleh Ari Hariyanto (46). Padahal 30 menit sebelumnya Ari sempat bertemu MYD,

Kepada Ari, MYD mengaku pergi makan siang di ruang makan.

Namun MYD sengaja menutup pintu dan jendela. Karena curiga, Ari membuntuti MYD.

Ari pun mengintip melalui celah dinding ruang makan.

Betapa terkejutnya ia melihat MYD dalam posisi tergantung. Korban menggunakan tali nilon berwarna biru.

Ari langsung melaporkan kejadian itu kepada dua biarawati, Emiliana Dolfina Nenat (38) dan Jesica Megalian Pangaribuan (23).

Ketiganya lalu mendobrak pintu ruang makan yang terkunci dari dalam dan menurunkan jenazah MYD dari jeratan tali.

Kasus itu dilaporkan ke aparat Kepolisian Resor TTU.

Polisi kemudian turun ke lokasi untuk olah tempat kejadian perkara.

Jenazah MYD dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kefamenanu menggunakan mobil patroli polisi untuk visum luar.

"Hingga kini, belum diketahui penyebab MYD, biarawati gantung diri dan masih didalami oleh Polres TTU," ungkapnya.

Baca juga: Hindari Mati Mesin Perahu di Tengah Laut, Ini Tips dari SAR Pohuwato Gorontalo

Hindari menyebarkan foto dan video bunuh diri

Psikolog Gorontalo Siti Rojiah mengatakan, penyebaran video dan foto ke media sosial kasus bunuh diri (tanpa difilter) bisa memberikan dampak negatif kepada masyarakat.

Apalagi, gambar itu dilihat seseorang yang kebetulan mengalami masalah kesehatan mental. Sehingga, muncul pemikiran bunuh diri jadi solusi menyelesaikan masalah.

Selain itu, dampak negatif lainnya, adanya komentar dari masyarakat yang dapat mendorong seseorang memiliki keinginan kuat untuk bunuh diri.

Efek lainnya, yaitu munculnya pemikiran bahwa dirinya bisa mendapatkan perhatian dari keluarga atau orang lain.

"Pemikiran seperti itu bisa muncul dari melihat tanggapan di media sosial, sehingga yang sebelumnya hanya ingin diperhatikan, malah justru memunculkan keinginan untuk bunuh diri," jelas Rojiah.

Magister Psikologi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) itu meminta masyarakat agar tidak menyepelekan kasus bunuh diri, apalagi sampai membuat lelucon di atasnya.

Masyarakat perlu mengetahui tindakan pencegahan bagi seseorang yang ingin bunuh diri. Misalnya, mendengarkan cerita dari seseorang yang terindikasi berencana bunuh diri.

Juga lebih memerhatikan perubahan sikap anggota keluarga atau mengenali tanda-tanda dari orang yang ingin bunuh diri, serta mencari bantuan profesional.

"Perlu diketahui, kasus bunuh diri di Gorontalo ini bukan lagi masalah perorangan atau psikolog saja. Namun, sudah menjadi masalah kita bersama yang jadinya kita harus kompak dalam mencegah perilaku bunuh diri ini," tutupnya.

Sumber: TribunStyle.com
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved