Insiden Smelter Nikel Morowali Meledak

Eks Karyawan Ungkap Borok PT IMIP Morowali: Banyak Pekerja Tidak Memiliki Lisensi K3

Meledaknya tungku smelter menyebabkan belasan pekerja PT IMIP Morowali tewas terbakar.

Editor: Fadri Kidjab
Handover
PT Indonesia Tsingshan Stainless Steel (ITSS) tengah menjadi sorotan usai smelter nikelnya meledak dan menewaskan 12 pekerja. 

TRIBUNGORONTALO.COM – Meledaknya tungku smelter menyebabkan belasan pekerja PT IMIP Morowali tewas terbakar.

Insiden terjadi pada Minggu (24/12/2023) itu memicu respons dari berbagai pihak termasuk mantan karyawan PT IMIP.

Dilansir dari BBC Indonesia, pria bernama Katsaing mengungkapkan 'borok' dari perusahaan tempatnya bekerja selama delapan tahun itu.

Menurutnya, banyak para pekerja PT IMIP tak mengantongi lisensi Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3).

"Ditunjuk-tunjuk saja. Seharusnya diberi training dulu, baru diangkat setelah mendapatkan lisensi K3. Itu yang keliru," jelas Katsaing kepada BBC Indonesia.

Saat masih bekerja, kata Katsaing, dirinya tak pernah melihat uji kelayakan operasional yang diterapkan perusahaan. Bahkan inspeksi pun disebut hanya formalitas belaka.

Hal ini dibenarkan oleh pekerja PT IMIP. Sosok karyawan yang tak ingin namanya disebut ini mengatakan sejumlah kelalaian yang dilakukan pekerja.

Pekerja lainnya merasa takut sewaktu-waktu menjadi korban di kemudian hari. Oleh karenanya ia hanya berharap perusahaan supaya serius memerhatikan keselamatan pekerjanya.

Baca juga: Smelter Nikel Meledak, 12 Pekerja PT IMIP Morowali Tewas Terbakar

Tanggapan PT IMIP

Juru bicara PT IMIP Dedy Kurniawan mengaku belum bisa menyimpulkan apakah telah terjadi kelalaian dalam insiden ini.
Pihaknya masih menginvestigasi penyebab kecelakaan kerja tersebut dan akan mengevaluasi.

Sejauh ini, perusahaan menyebut insiden terjadi di tungku smelter nomor 41 yang sedang ditutup untuk diperbaiki.

Namun terdapat sisa terak di dalam tungku yang keluar, lalu bersentuhan dengan barang lain yang mudah terbakar.

PT IMIP juga meralat keterangan sebelumnya yang menyebutkan terjadi "ledakan". Menurut Dedy, yang terjadi adalah tungku tersebut kebakaran.

Terkait peristiwa yang berulang, Dedy mengatakan, "Siapa pun tidak ada yang ingin celaka."

"Kami sudah berusaha, bahkan setiap kali memulai pekerjaan seluruh karyawan wajib briefing, semua perlengkapan karyawan dicek semuanya, termasuk safety card dicek, semuanya. Tidak ada satu orang pun yang mau celaka, tapi terjadi. Kami mau bilang apa?" ujar Dedy.

Informasi awal yang dihimpun TribunPalu.com dari Klinik IMIP hingga pukul 10.00 WITA, jumlah korban saat ini sebanyak 51 orang.

Sebanyak 12 orang di antaranya meninggal dunia dan 39 lainnya mengalami luka berat hingga luka ringan.

Korban meninggal dunia terdiri atas tujuh tenaga kerja lokal, dan lima tenaga kerja asing (TKA).

Sementara itu, korban luka-luka sedang mendapatkan penanganan medis.

Apa itu PT ITSS?

PT ITSS adalah perusahan nikel asal China yang beroperasi di Kawasan PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP).

Berdasarkan informasi yang dihimpun TribunPalu.com dari berbagai sumber, perusahaan pengolahan bijih nikel ini mayoritas sahamnya dipegang oleh Tsingshan Holding Group Company Limited.

Perusahaan ini didirikan pada tahun 1988 di Wenzhou oleh pengusaha asal China bernama Xiang Guangda.

Tsingshan mulai berinvestasi ke industri nikel Indonesia pada tahun 2009. Selain itu, perusahaan ini juga melebarkan sayapnya di berbagai negara, seperti India dan Zimbabwe.

Tsingshan tercatat sebagai raksasa dunia di industri logam.

Pada 2018, Tsingshan Stainless Steel menjadi produsen baja terbesar ke-46 dunia dengan menghasilkan 9,29 juta ton baja.

Tahun 2020, media bisnis terkemuka Fortune menempatkan Tsingshan Group, di peringkat 10 perusahaan terbesar dunia penghasil logam.

Pada tahun 2021 perusahaan ini menyumbang hampir seperempat dari produksi global, dan sejauh ini merupakan yang terbesar di industrinya

Pusat operasi PT ITSS berada di Kabupaten Morowali, Sulteng dengan target kapasitas 600.000 ton per tahun dan stainless steel sebanyak 1 juta ton per tahun.

PT ITSS memiliki lebih dari 20 smelter pengolahan nikel di Morowali.

Pembangunan smelter di kawasan IMIP tersebut merupakan kerjasama dengan Bintang Delapan Group dari Indonesia pada tahun 2017.

 

(Sumber: BBC Indonesia/ TribunPalu.com)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved