Sabtu, 7 Maret 2026

Pilpres di Gorontalo

Pengamat Politik Gorontalo Hendra Yasin Sebut Debat Cawapres Lebih Seru Dibanding Debat Capres

Pengamat politik Gorontalo, Hendra Yasin mengamati debat Cawapres untuk Pilpres 2024 lebih seru dibanding debat Capres sebelumnya.

Tayang:
Penulis: Husnul Puhi | Editor: Aldi Ponge
zoom-inlihat foto Pengamat Politik Gorontalo Hendra Yasin Sebut Debat Cawapres Lebih Seru Dibanding Debat Capres
Dokumentasi pribadi Hendra Yasin
Pengamat politik Gorontalo, Hendra Yasin menyebut Debat Cawapres lebih seru dibanding Debat Capres. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Pengamat politik Gorontalo, Hendra Yasin mengamati debat Cawapres untuk Pilpres 2024 lebih seru dibanding debat Capres sebelumnya.

Debat Cawapres yang digelar oleh KPU RI itu mempertemukan antara Muhaimin Iskandar, Gibran Rakabuming Raka, dan Mahfud MD.

Menurut pengamat politik dari Akademisi IAIN Gorontalo itu, bahwa debat Cawapres kali ini terbilang paling seru dari pada debat Capres kemarin. 

"Kendati, selama ini debat Cawapres terkadang hanya dianggap biasa saja," ujar Hendra singkat melalui telepon selular, Minggu (24/12/2023) pagi hari.

Alasan Hendra mengatakan debat tersebut lebih menarik, karena dipandang dari dua hal.  

Pertama, banyak orang menanti bagaimana Cawapres nomor urut dua yaitu Gibran, tampil pada debat tersebut.

Kemudian alasan kedua, banyak masyarakat menunggu, bahwa Gibran akan melakukan kesalahan.

Seperti halnya yang pernah Gibran katakan asam sulfat, dan juga sebagai pandangan masyarakat, bahwa Wali Kota Solo itu irit berbicara.

"Yang paling ditunggu itu adalah bagaimana Gibran menghadapi lawannya, yaitu dua senior yang sudah malang melintang dalam dunia politik," imbuhnya.

Dengan begitu, Hendra menyatakan bahwa kehadiran Gibran dalam debat itu terbilang diluar ekspektasi. 

Bagaimana tidak, banyak orang menganggap Gibran akan blunder bahkan akan kurang terarah. 

Namun, yang terjadi malah sebaliknya. Wali Kota Solo itu menunjukkan performa yang diluar ekspektasi banyak orang. 

"Terlihat lebih bersemangat dan solutif," imbuhnya singkat.

Tak hanya itu, bahkan menurut Dosen Ilmu Politik IAIN Gorontalo tersebut, perdebatan yang digelar pada Jumat (22/12/2023) malam hari itu merupakan debat yang sangat serius.

"Debatnya kemarin malam itu terbilang saling menyerang, terutama Gibran, yang terlihat sangat ofensif dengan menggunakan kata (mungkin), (kurang paham), (maaf) hingga (pertanyaan agak sulit)," jelas Hendra yang juga sebagai Direktur Curva Survei Indonesia (CSI).

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved