Berita Provinsi Gorontalo
Pemprov Gorontalo Rutin Gelar Pasar Murah Setelah IPH Naik Posisi 8 di Indonesia Timur
Indeks Perkembangan Harga (IPH) pangan Provinsi Gorontalo menempati posisi ke delapan terbesar se Indonesia Timur atau luar pulau Jawa dan Sumatera.
Penulis: Husnul Puhi | Editor: Aldi Ponge
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Iwan-Sondakh-888.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Indeks Perkembangan Harga (IPH) pangan Provinsi Gorontalo menempati posisi ke delapan terbesar se Indonesia Timur atau luar pulau Jawa dan Sumatera.
Berdasarkan data yang dirilis Dinas Perdagangan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Gorontalo, bahwa ada dua daerah yang mengalami lonjakan IPH. Daerah yang dimaksud yaitu Kabupaten Gorontalo dan Bone Bolango.
Untuk mengeluarkan posisi delapan terbesar IPH se Indonesia Timur itu, upaya yang akan dilakukan oleh Pemprov Gorontalo di antaranya menggelar pasar murah.
Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perdagangan Provinsi Gorontalo, Iwan Sondakh mengatakan untuk mengeluarkan Provinsi Gorontalo dari posisi 8 tersebut, pihaknya akan melakukan pasar murah di beberapa daerah.
Khususnya, wilayah yang tercatat sebagai penyumbang terbesar IPH pangan yaitu Kabupaten Gorontalo dan Bone Bolango.
Menurut Iwan, pihaknya tak hanya melirik dua daerah yang mengalami lonjakan IPH itu. Melainkan, juga memantau daerah-daerah lainnya.
"Secara umum ada juga yang harus kita tangani bersama. Sehingga, secara intens dari tiga bulan terakhir ini kita turun ke pasar untuk memantau dan melakukan pasar murah," ujar Iwan saat ditemui di kantornya, Senin (18/12/2023).
Pihaknya rutin menggelar pasar murah itu untuk mengendalikan inflasi atau stabilisasi harga pangan di Provinsi Gorontalo.
Ia juga menjelaskan, bahwa faktor utama dua wilayah di Gorontalo yang masuk dalam posisi ke tujuh IPH terbesar se Indonesia itu karena adanya lonjakan harga cabai di Gorontalo.
Menurutnya, rata-rata keseluruhan harga pangan yang mengalami lonjakan dan termasuk dalam IPH itu adalah cabai.
"Ini bisa kita lihat, ternyata masyarakat itu lebih menyukai cabai Gorontalo dibanding dengan cabai kriting," imbuhnya.
Pantauan harga cabai sudah berada di Rp 140 ribu per kilo gram per hari ini, Senin (18/12/2023)
Sebelumnya, harga cabai masih berada di harga Rp 120 - 125 ribu per kilo gram pada dua hari lalu.
Dari hasil pantauan harga cabe tersebut, Iwan menyatakan, besar kemungkinan akan terjadi lonjakan harga pada akhir Desember hingga awal Januari
"Tidak menutup kemungkinan, harga cabai pada akhir Desember - Januari mendatang akan naik, karena permintaan juga besar dari Manado, Provinsi Sulawesi Utara," pungkasnya.