Pilpres 2024
Hasil Analisis Kompas: Debat Capres 2024 Pengaruhi 9,7 Persen Responden
Hasil survei ini menunjukkan bahwa debat capres memiliki pengaruh yang relatif kecil terhadap pilihan pemilih.
Penulis: Redaksi | Editor: Wawan Akuba
TRIBUNGORONTALO.COM -- Berdasarkan hasil survei Litbang Kompas, sebanyak 9,7 persen responden yang menonton debat perdana Pilpres 2024 menyatakan berubah pilihan.
Sementara, 73,4 persen responden mengaku tidak terpengaruh pilihannya dengan adanya debat.
Hasil survei ini menunjukkan bahwa debat capres memiliki pengaruh yang relatif kecil terhadap pilihan pemilih.
Namun, pengaruh tersebut dapat lebih besar jika debat mampu meyakinkan para pemilih mengambang.
Sebelumnya, Debat perdana Pilpres 2024 berlangsung di gedung KPU Jakarta, Selasa (12/12/2023).
Menanggapi debat itu, Pendiri Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), Saiful Mujani, menyimpulkan debat capres-cawapres tidak berpengaruh secara signifikan terhadap suara pemilih.
Hal itu berdasarkan kajian elektabilitas yang ia lakukan. Menurut dia bahwa memang pengaruh debat tidak terlalu besar.
“Kalau mengukur elektabilitas dari hasil survei sebelum debat dan hasil survei setelah debat, dari rangkaian pilpres 2004 sampai 2019 kemarin, pengaruh debat tidak terlalu besar sebenarnya,“ jelasnya dikutip dari BBC Indonesia.
Dia mengatakan orang-orang yang menonton debat cenderung sudah menjadi pengikut setia alias partisan.
Sementara, para pemilih mengambang atau undecided voters kebanyakan tidak berminat atau tidak terjangkau oleh debat tersebut.
Berdasarkan hasil survei Litbang Kompas periode 29 November hingga 4 Desember 2023, sebanyak 28,7 persen responden belum menentukan pilihan menjelang Pilpres 2024.
Apakah debat dapat meyakinkan para pemilih mengambang untuk menentukan pilihan?
Saiful Mujani mengatakan bahwa biasanya masyarakat yang menonton debat capres-cawapres adalah mereka yang sudah menentukan pilihan terlebih dahulu, bukan orang yang ‘kosong atau undecided voters’.
“Jadi orang yang menonton itu meneguhkan apa yang mereka yakini selama ini tentang calon presiden. Oleh karena itu [mereka] jadi bias karena melihat substansi debat itu sendiri, jadi partisan penontonnya. Karena sudah partisan, pengaruhnya tidak signifikan. Dan sikap partisan ini jauh lebih kuat daripada argumen yang rasional.” kata Saiful.
Sementara, para pemilih mengambang cenderung tidak berminat untuk menonton debat capres-cawapres atau mereka tidak memiliki akses untuk menontonnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Debat-Capres-2024.jpg)