Pilpres di Gorontalo
Tanggapan Ketua DPRD Pohuwato Nasir Giasi Soal Debat Perdana Capres
Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah menggelar debat pertama calon presiden peserta Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden 2024 pada Selasa (12/12/20
Penulis: Rahman Halid | Editor: Aldi Ponge
TRIBUNGORONTALO.COM -- Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah menggelar debat pertama calon presiden peserta Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden 2024 pada Selasa (12/12/2023) malam
Dalam debat yang dilakukan memang banyak menuai pro dan kontra dari berbagai kalangan termasuk pengamat politik dan partai pendukung.
Tak ayal juga, hal tersebut mendapat tanggapan langsung dari Ketua DPRD Pohuwato Nasir Giasi.
Ketua DPD Golkar Pohuwato ini menilai Anies Baswedan dan Prabowo Subianto bersaing ketat dalam debat pertama.
Ganjar Pranowo memiliki keterbukaan wawasan kebangsaan di setiap daerah yang dia kunjungi.
Dalam perdebatan lanjut Nasir, tiga kandidat punya kesiapan yang sama menghadapi tema debat kali ini. Di segmen 1, 2, 3, Prabowo dan Anies imbang, Ganjar pun sama.
Sisanya, Perabowo mampu unggul ketimbang dua lainnya.
"Semua sudah memperlihatkan performa masing-masing, beradu gagasan dengan visi dan misi masing-masing tetapi ada beberapa kandidat yang keteteran," ucapnya.
Meski begitu, Nasir menilai Prabowo cerdik dalam mengambil hati publik.
Ia menyoroti gimik Prabowo seperti "sorry ye" ataupun "Mas Anies, Mas Anies" saat menjawab serangan dua kandidat lainnya.
Prabowo juga membaca sekarang era media sosial. Makanya jawaban yang dipilih Prabowo simpel dan gampang dipahami publik.
"Prabowo pintar dalam mengatur kosa kata yang mampu dipahami publik, sehingga dia menyampaikan kalimat dengan cara yang sederhana yang mudah di pahami masyarakat," ucapnya.
Selain itu ungkap Nasir Kalau berbicara tentang Prabowo, dia lebih jujur dan realistis dalam menyampaikan keikhlasannya memimpin Indonesia.
"Kalau kita lihat dalam konteks debat tadi malam Prabowo paling ikhlas, paling tegas berpikir tentang rakyat dan tidak retoris,” pungkasnya.
Intinya menurut Nasir semua sudah menyampaikan gagasan masing-masing hanya saja semua akan berakhir ditangan masyarakat Indonesia.
"Walaupun kita berbicara panjang lebar, semua keputusan berada di tangan rakyat, pilihan Presiden dan Wakil Presiden berada di tangan rakyat," tuturnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/090222-Nasir-Giasi.jpg)