Berita Islami

Hukum Makan dan Minum Sambil Berdiri Menurut Islam

Berbicara tentang makan dan minum dalam kondisi berdiri secara umum terdapat dua pendapat sama.

|
Editor: Fadri Kidjab
istockphoto
Ilustrasi makan dan minum sambil berdiri 

TRIBUNGORONTALO.COM – Berbicara tentang makan dan minum dalam posisi berdiri secara umum terdapat dua sudut pandang.

Baik pandangan islam maupun ilmu kesehatan memiliki pandangan bahwa makan atau minum berdiri tidak baik bagi tubuh.

Ketika seseorang makan sambil berdiri, ia berpotensi besar mengalami gangguan pencernaan hingga masalah tersedak.

Lalu bagaimana hukum islam menyikapi kondisi umum ini?

Dikutip dari Kemenag RI, persoalan makan dan minum sambil berdiri telah disinggung dalam sejumlah hadits Nabi Muhammad SAW. 

Sebagian hadits nabi melarang umat Islam melakukan praktik ini. Larangan ini tampak jelas dalam hadits riwayat Imam Ahmad dan Muslim berikut ini:

وعن أبي سعيد أن النبي صلى الله عليه وآله وسلم نهى عن الشرب قائما رواه أحمد ومسلم

“Dari Abu Said bahwa Nabi SAW melarang minum sambil berdiri,” (HR Ahmad dan Muslim).

Pada kesempatan lain, Nabi SAW juga pernah meminum air zam-zam dalam posisi berdiri. Riwayat Imam Ahmad dan Bukhari berikut ini mengisahkan Sayyidina Ali RA yang minum dalam posisi berdiri:

وعن الإمام علي رضي الله عنه أنه في رحبة الكوفة شرب وهو قائم قال إن ناسا يكرهون الشرب قائما وإن رسول الله صلى الله عليه وآله وسلم صنع مثل ما صنعت رواه أحمد والبخاري

“Dari Imam Ali RA bahwa ia di satu lapangan di Kota Kufah meminum dalam posisi berdiri. Ia berkata, ‘Banyak orang memakruhkan minum dalam posisi berdiri. 

Padahal Rasulullah SAW melakukan apa yang kulakukan,” (HR Ahmad dan Bukhari).

Baca juga: Tata Cara Mandi Junub jika Tidak Ada Air atau Kondisi Sakit 

Bagaimana menyikapi dua dalil yang bertentangan perihal praktik makan dan minum sambil berdiri? Imam An-Nawawi mencari titik temu antara kedua hadits tersebut. 

Metode ini digunakan agar semangat kedua hadits tersebut tetap terakomodasi dalam putusan hukum sebagai berikut ini:

ولا يكره الشرب قائما وحملوا النهي الوارد على حالة السير قلت هذا الذي قاله من تأويل النهي على حالة السير قد قاله ابن قتيبة والمتولي وقد تأوله آخرون بخلاف هذا والمختار أن الشرب قائما بلا عذر خلاف الأولى للأحاديث الصريحة بالنهي عنه في صحيح مسلم وأما الحديثان الصحيحان عن علي وابن عباس رضي الله عنهما أن النبي صلى الله عليه وسلم شرب قائما فمحمولان على بيان الجواز جمعا بين الأحاديث

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved