Kebakaran SMA 4 Gorontalo
Pasca-Kebakaran SMA 4 Gorontalo, Siswa Segera Kembali Belajar Tatap Muka
Alami musibah kebakaran, SMA 4 Kota Gorontalo sedang bersiap melangsungkan kembali kegiatan belajar-mengajar secara tatap muka.
Penulis: Rafiqatul Hinelo | Editor: Aldi Ponge
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Kondisi-SMA-4-Gorontalo-Hari-Ini-77889.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Alami musibah kebakaran, SMA 4 Kota Gorontalo sedang bersiap melangsungkan kembali kegiatan belajar-mengajar secara tatap muka.
Pasca kebakaran pada pekan lalu, SMA 4 Kota Gorontalo melakukan kegiatan pembersihan di lingkungan sekolah pada Selasa (28/11/2023) hari ini
Siswa-siswi dan para pengajar tampak bergotong-royong membersihkan area sekolah bagian aula dan ruangan kelas di lantai satu yang tidak begitu terdampak.
Wakil Kepala Sekolah Bagian Kesiswaan SMA 4 Gorontalo, Toni Paudi mengatakan, setelah kejadian, siswa-siwi harus melakukan kegiatan belajar dengan metode daring.
"Jadi setelah kebakaran, dari bagian kurikulum bersama pimpinan mengarahkan pembelajaran online. Untuk sekarang kami sedang mengupayakan pembelajaran tatap muka dengan metode shift pagi dan siang," terang Toni.
Adapun informasi penyebab kebakaran, kata Toni, pihak mereka masih menunggu keterangan resmi dari pihak berwajib.
"Kami tidak bisa menyampaikan dari hanya menduga-duga," imbuhnya.
Pengajar yang bertugas sejak 2013 mengaku turut prihatin dengan musibah kebakaran di gedung tersebut
"Saya pribadi, merasa sedih dan prihatin atas kejadian ini. Saya di sini sudah dari tahun 2013, kalau menurut status, sekolah ini termasuk sekolah berkembang. Semoga musibah ini segera teratasi, mendapat perhatian dari pemerintah," harap Toni.
Hal yang sama juga dirasakan oleh Rivaldi Hasan, Ketua Osis SMA 4 Gorontalo.
"Saya turut prihatin dengan kejadian kebakaran di sekolah ini, saya tidak menyangka, waktu itu tiba-tiba saya dapat kabar sekolah sudah terbakar," kata Rivaldi,
Rivaldi mengungkapkan rasa syukur, sebab pembelajaran tatap muka akan segera dimulai kembali.
"Minggu kemarin kami masih belajar dari rumah, daring. Menurut para guru, ini tidak efektif. Jadi, guru-guru mengarahkan kami untuk membenahi aula, dan sekarang sudah bisa ditempati," jelasnya.
Bagi Rivaldi, dampak yang paling membekas adalah di ruangan perpustakaan.
Kata dia, di perpustakaan terdapat barang-barang bernilai seperti dua hingga tiga fasilitas komouter, alat musik, ruang podcast, dan terutama buku-buku.