Kebakaran Gorontalo

Pohuwato Masih Siaga Kebakaran, BPBD Minta Warga Hati-hati

Data yang dihimpun TribunGorontalo.com, periode Oktober hingga November 2023, telah terjadi 3 kebakran lahan dan rumah di daerah bertajuk Bumi Panua t

Penulis: Rahman Halid | Editor: Wawan Akuba
TRIBUNGORONTALO/RAHMAN HALID
Kebakaran rumah makan mie Ayam Cep Juna di persimpangan block plan, Kecamatan Marisa, Kabupaten Pohuwato, harus rata dengan tanah, Rabu (22/11/2023) 

TRIBUNGORONTALO.COM, Marisa -- Maraknya kebakaran yang terjadi di Kabupaten Pohuwato, Gorontalo menjadi sinyal untuk warga tetap berhati-hati.

Data yang dihimpun TribunGorontalo.com, periode Oktober hingga November 2023, telah terjadi 3 kebakran lahan dan rumah di daerah bertajuk Bumi Panua tersebut. 

Bahkan, kebakaran juga menelan korban jiwa. Misalnya kebakaran lahan yang menewaskan warga bernama Nema Obi. Pria 48 tahun ini dirinya tewas terpanggang di sebuah lahan kosong miliknya, Selasa (17/10/2023).

Kebakaran selanjutnya terjadi di milik Awa Pasue di Kompleks Blok Plan Perkantoran Marisa, Senin (30/102023).

Tak lupa pula kebakaran lahan yang nyaris membuat gedung Universitas Pohuwato (Unipo) terbakar pada Selasa malam (21/11/2023) sekitar 23:49 Wita.

Disusul besoknya warung makan mie ayam milik Berti Mangala (56) hangus lagi di lalap si jago merah.

Menanggapi hal itu, Kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tuten Dunggio menyampaikan bahwa warga Pohuwato harus tetap hati-hati.

"Kewaspadaan kita penting di tengah cuaca panas elnino yang melanda Pohuwato terkhusus bagi petani yang memiliki lahan kering," tandasnya.

Untuk Tuten meminta pimpinan wilayah terkecil, desa, untuk waspada. Peringatan itu bahkan disebar melalui surat resmi. 

"Imbauan saya kepada kepala desa masing-masing untuk tidak membuang puntung rokok sembarangan di lahan kering," ujarnya.

Ia bahkan mengimbau kepala desa untuk melarang masyarakat membakar daha-dahan kering di lahan. 

"Kalaupun rumput di lahan sudah meninggi, imbaua saya langsung kepada kepala desa masing-masing untuk memangkasnya saja," tegasnya. 

Melalui surat itu Tuten berpesan untuk disampaikan kepada setiap petani atau warga di setiap desa untuk menghindari hal-hal yang telah di sampaikan.

"Harapan saya ini bisa di sampaikan secara terus menerut kepada petani dan warga setempat terlebih membakar lahan atau membuang puntung rokok sembarangan di lokasi lahan kering," tutupnya.(*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved