Viral Lokal
Viral Siswi SD Gorontalo Temani Ibunya Tidur di Sel, Korban Terharu dan Pertimbangkan Cabut Laporan
Video viral anak perempuan anak menemani ibunya tidur di sel ditanggapi pihak korban.
Penulis: Rahman Halid | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Potret-kegiatan-belajar-mengajar-di-SDN-13-Paguat-Kabupaten-Pohuwato.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Pohuwato – Video viral anak perempuan anak menemani ibunya tidur di sel ditanggapi pihak korban.
Sosok guru yang jadi korban penganiayaan orang tua korban, Sri Mariyahi mengaku terharu melihat pengorbanan anaknya.
Ia sebetulnya tak tega melihat anak perempuan yang tak lain siswi di sekolah itu harus terkena imbas perilaku ibunya.
Nidya Mbuinga merupakan guru SDN 13 Paguat itu mengaku sudah memaafkan kejadian yang menimpanya pada 7 November kemarin.
"Saya sudah lihat videonya dan saya bersyukur telah viral supaya banyak orang yang akan membantunya," ungkap Nidya kepada TribunGorontalo.com, Rabu (22/11/2023).
Guru kelas itu hanya ingin memberikan pelajaran kepada orang tua murid supaya tidak ada lagi tindak semena-mena.
Pasalnya, pelaku kerap datang ke sekolah dan menantang guru-guru untuk berduel dengannya.
"Saya telah memaafkannya, tetapi maksud saya harus ada efek jera," jelasnya.
Wanita akrab disapa Rena itu berniat mencabut laporannya di kepolisian. Tetapi Rena masih trauma.
Kejadian awal November dan perlakuan Sri Mariyah (orang tua murid) terhadapnya itu rupanya membekas dalam ingatan Rena.
Rena dianiaya oleh Sri Mariyah
Kejadian bermula ketika anak terduga pelaku berinisial SM (12) saling ledek dengan 2 teman sekelasnya.
Bermula dari candaan lalu menjadi saling ledek. SM disebut oleh 2 teman kelasnya sebagai pelakor, akronim perebut laki orang.
Karena tersinggung, SM pun mengadukan 2 temannya itu ke orang tuanya, Sri Mariyahi. Inilah yang memicu Sri Mariyahi ini mengamuk di sekolah.
Sekira pukul 10.00 Wita itu, Sri Mariyahi datang ke kelas anaknya sambil marah-marah.
Tidak terima putrinya dibilang pelakor, Sri mendatangi sekolah dan langsung memukul meja sekaligus membanting 4 meja sekaligus.
Merasa ada keributan, Nidya Mbuinga alias Rena sebagai guru pengajar di SDN itu, mendatangi kelas tersebut.
Rena meminta Sri berhenti. Ia juga meminta penjelasan atas keributan yang dibuat Sri di ruang kelas.
Tak terima ditegur, Sri pun langsung melampiaskan amarahnya kepada Rena yang saat itu berdiri di tengah kelas.
Saling adu mulut membuat Sri naik pitan dan langsung menjambak rambut Rena hingga terjatuh dan tersungkur di lantai.
Tak puas akan hal itu, Sri menyeret Rena sejauh 1 meter dan menempelkan kepalanya di atas meja untuk dibenturkan.
Beruntung sebelum dihantamkan ke meja, Rena berhasil menangkis menggunakan tangganya sehingga hamparan meja tidak langsung mengenai wajahnya.
Tidak hanya menjambak dan membanting, Rena juga digigit oleh Sri.
Pelaku kini mendekam di sel tahanan Polsek Paguat, Kecamatan Paguat, Pohuwato, Gorontalo.
Kapolsek Paguat, IPTU Barthel Tamboto, menyampaikan saat ini kasus sudah masuk ke tahapan penyerahan berkas perkara ke kejaksaan.
"Sejak Senin kemarin dulu, kasus ini sudah ke tahap 1 dan telah dilimpahkan ke kejaksaan, saat ini si korban sudah di berikan Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyelidikan (SP2HP) oleh kami," jelasnya.
Baca juga: Viral! Siswa SMP di Kendari Asyik Nonton Video Dewasa saat Pelajaran Agama
Anak Mariyah viral di Tik Tok
Melalui tayangan video, anak perempuan mendatangi ibunya yang mendekam di rutan tersebut. Bocah itu masih kelas 6 SD.
Menurut polisi yang bertugas, bocah itu sudah datang dua kali ke polsek yakni Jumat (17/11/2023) dan Selasa (21/11/2023).
Polisi jaga Briptu Muhamaad Yusriadi merekam kejadian itu lalu viral di media sosial TikTok sejak Senin (20/11/2023).
Ketika dibagikan di media sosial facebook dan tiktok banyak yang iba dan memberikan komentar positif dari tindakan anak tersebut.
Bahkan ada yang memberikan bantuan langsung kepada Briptu Muhamaad Yusriadi untuk membelikan keperluan sehari-hari dari si anak.
Tidak menunggu lama Yusriadi bergegas membelli peralatan sekolah untuknya walaupun sesekali dia menitip pesan untuk membelikan makanan untuk ibunya.
Melalui sambungan telefon Briptu Yusriadi menceritakan, awalnya seorang anak perempuan yang masih duduk di bangku kelas 6 Sekolah Dasar (SD) datang membawa perlengkapan sekolah dan mengaku kangen kepada ibunya.
Mendengar alasan si anak, Yusriadi merasa iba dan mempersilahkannya untuk menjenguk ibunya yang masih mendekam dalam penjara.
"Dia minta izin sama saya karena kangen dan ingin bertemu jadi saya persilahkan untuk masuk," ujarnya.
Setelahnya bertemu Ungkap Yusriadi dia melihat suasana menyedihkan ketika si anak bertemu dengan ibunya sehingga dia langsung bergegas merekamnya.
"Sekali-kali dia memeluk ibunya dan menangis dan mengatakan kalau dia kangen, bahkan menunjukan buku dan alat tulisnya untuk minta diajarkan oleh ibunya dan berakhir tidur dipangkuan ibunya," tandasnya.
(TribunGorontalo.com/Rahman)