Kota Gorontalo
Pengamat Tata Kota Gorontalo Anjurkan Pemerintah tak Asal-asal Tebang Pohon
Pengamat Tata Kota, Sri Sutarni Arifin, menganjurkan pemerintah Kota Gorontalo tak asal-asal menebang pohon.
Penulis: Prailla Libriana Karauwan | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Penebangan-Pohon-Andalas-005.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Pengamat Tata Kota, Sri Sutarni Arifin, menganjurkan pemerintah Kota Gorontalo tak asal-asal menebang pohon.
Sri menilai perbaikan insfastruktur kerap mengorbankan pohon.
"Contohnya pengerjaan di Jalan Nani Wartabone. Padahal, pohon tidak mengambil space (tempat) yang banyak buat dia hidup," ujar Sri kepada TribunGorontalo.com saat memperingati Hari Pohon Sedunia, Rabu, (22/11/2023).
Dosen Universitas Negeri Gorontalo itu mengaku geram pengerjaan Kanal Tanggidaa yang membabat habis pohon di ruas jalan.
"Kita pernah mendata pohon yang ada di kanal tanggidaa itu. Ada ratusan pohon itu yang hidup di sana tapi sekarang tidak ada yang tersisa," ungkapnya.
Padahal, kata Sri, pohon bisa hidup di tempat yang berukuran 30×30 cm.
Kanal Tanggidaa disebut berdebu karena tidak ada pohon yang menekan polusi udara di kawasan itu.
Hal serupa juga terjadi di Jl Nani Wartabone. Kurangnya pohon menyebabkan udara terasa panas menyengat ketika melintasi jalanan tersebut.
Sri meminta pemerintah bisa segera menanam pohon di dua area itu.
"Jangan hanya diperbanyak dengan tempat duduk. Tidak ada orang yang mau duduk di pinggiran jalan kalau panas matahari, dan tidak ada pohon yang meneduhkan," jelasnya.
Ia pun membandingkan penebangan pohon di Kabupaten Bone Bolango, khususnya yang berada di Jl bypass.
Menurutnya, perbaikan jalan dibarengi penanaman kembali pohon yang sudah ditebang sebelumnya.
Pohon kerap dianggap sebagai elemen kurang penting. Padahal, satu pohon bisa menyelamatkan ribuan manusia. Pohon menyerap karbondioksida dihasilkan kendaraan. kemudian menghasilkan oksigen dan udara bersih.
"Pohon itu bisa menjaga kualitas air tanah agar tetap bagus, mencegah terjadinya banjir saat debit air hujan naik," ungkapnya.
Baca juga: 3 Fakta Sosok Ridwan Subetan Warga Siendeng yang Hilang di Bukit Hulonthalangi Gorontalo
Kanal Tanggidaa diprotes warga
Jelang akhir September 2023, proyek Kanal Tanggida Kota Gorontalo hingga kini belum juga rampung.
Pantauan TribunGorontalo.com, proyek Kanal Tanggidaa yang membentang di sepanjang jl HOS Cokroaminoto Kota Gorontalo itu belum memasuki final.
Tanda tanya pun dilontarkan masyarakat, "Kapan kanal Tanggidaa selesai?" ucap Yani.
Sebagai warga yang tinggal di Jl HOS Cokroaminoto, Yani merasa terganggu dengan proyek yang belum selesai tersebut.
Sebab, proyek yang belum masuk tahap penyelesaian itu meninggalkan debu-debu di sepanjang Tanggidaa.
Debu-debu ini makin jadi masalah di tengah musim kemarau saat ini. Udara yang kering, lalu lalang kendaraan seakan jadi paket lengkap menyiksa warga setempat.
"Debunya ini biasa masuk ke mata," ujarnya.
Sebetulnya, keluhan terkait ini sudah berulang kali disampaikan masyarakat. Tetapi, tak cukup membuat penanggung jawab proyek menyelesaikan apa yang sudah ia mulai.
Bahkan, tak cuma menyababkan ketidaknyamanan masyarakat, dampak pengerjaan proyek juga berimbas secara ekonomi.
Sri Handayani (46), mengakui dirinya sampai menutup usahanya dikarenakan proyek tersebut.
"Saya sampai tidak buka lagi warung makan, karena ini debunya banyak jadi makanan yang saya jual tidak higenis lagi," ujarnya.
Jika dirunut, proyek Kanal Tanggidaa mulai dikerjakan ulang sejak 18 Mei 2023. Artinya, sudah setahun lebih sejak dimulai pengerjaanya oleh Pj Gubernur Gorontalo, Hamka Hendra Noer saat itu.
Dikutip dari LPSE Provinsi Gorontalo, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Provinsi Gorontalo telah berhasil menyelesaikan proses tender pekerjaan konstruksi dengan kode lelang 5851018.
Proyek ini merupakan bagian dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2022 dan memiliki pagu sebesar Rp. 33,000,000,000.00 (tiga puluh tiga miliar rupiah).
Pada LPSE, proyek ini tercatat dengan nama Pembangunan Kanal Banjir Tanggidaa dan dikerjakan oleh PT. MULTI GLOBAL KONSTRINDO, sebuah kontraktor yang bermarkas di Jl.Nuri No. 86 Makassar - Makassar (Kota), Sulawesi Selatan.
Tender Pembangunan Kanal Banjir Tanggidaa tercatat pada sejak 9 Januari 2022.
Sementara itu, Kadis PUPR Handoyo Sugiharto yang saat itu masih menjabat menjelaskan, Kanal Banjir Tanggidaa memiliki panjang 1,7 KM. Kanal melintasi kelurahan Heledulaa Selatan, Heledulaa Utara dan Ipilo.
“Melalui dana PEN tahun 2022 ini pemprov mendapatkan anggaran Rp 33 miliar untuk pembangunan kanal," katanya.
Mestinya Kanal Tanggidaa dimulai Mei tahun 2022 dan harusnya berakhir 8 Desember 2022.
Tetapi pekerjaan itu tidak selesai sampai pada tambahan waktu hingga 31 Desember. Pekerjaan itupun diperpanjang.
Melihat kontraktor yang masih bersedia melanjutkan progress pengerjaan Tanggidaa, maka PUPR memberikan perpanjangan waktu.
Perpanjangan waktu itu mengacu pada tanda-tanda di lapangan di antaranya material yang tersedia, aktivitas pekerjanya, serta alatnya siap di lapangan.
Meski hingga September 2023 ini, belum diketahui berapa besar persentase pengerjaan proyeknya. Pejabat penanggung jawab coba ditemui TribunGorontalo.com dalam seminggu terakhir tak pernah memiliki waktu.
"Masih turun lapangan, pak," ucap pegawai PUPR Provinsi Gorontalo kala ditanyakan pejabat berwenang yang bisa menjawab pertanyaan redaksi.
(TribunGorontalo.com/Prailla)