Danau Limboto Gorontalo
Pemerintah Minta KLH Berikan DAK untuk Penyelamatan Danau Limboto Gorontalo
Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Gorontalo Budiyanto Sidiki mengatakan, DAK diperlukan untuk penanganan kawasan lahan kritis di luar kawasan hutan.
Penulis: Redaksi | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Kondisi-terkini-Danau-Limboto-Gorontalo-8899.jpg)
Masyarakat perlu menyadari bahwa Danau Limboto merupakan sumber mata pencaharian bagi mereka.
"Saya yakin kerusakan – kerusakan yang terjadi di daerah pinggiran danau ini pasti memberikan dampak terhadap danau," ucapnya.
Ia pun sangat berharap Kementerian Lingkungan Hidup bisa mengusulkan Skema DAK. Menurutnya usulan itu tidaklah berlebihan.
"Karena sudah jelas kawasan strategisnya kan sudah ditetapkan RTRW Nasional dan ini menjadi arahan," harapnya.
Semakin Menyusut
Danau Limboto merupakan salah satu danau terbesar di Gorontalo. Danau terletak di Kabupaten Gorontalo ini menjadi penampungan terakhir dari lima sungai besar dan 23 anak sungai di Provinsi Gorontalo.
Roland Kasim, Kepala Seksi Operasi dan Pemeliharaan SDA, Balai Wilayah Sungai (BWS) Gorontalo mengatakan Danau Limboto masuk dalam daftar danau prioritas nasional.
"Di Perpres Nomor 60 Tahun 2021 tentang 15 danau kritis di Indonesia, salah satu diantaranya adalah danau limboto," ujarnya kepada TribunGorontalo.com, Sabtu (21/10/2023).
Penyusutan luas lahan dari Danau Limboto merupakan salah satu alasan mengapan danau limboto masuk ke dalam daftar danau kritis di Indonesia.
Luas Danau Limboto ini sekira 7.000 ha dengan tingkat kedalaman sekira 30 meter pada tahun 1931, namun seiring berubahnya waktu, kini luas danau Limboto hanya mencapai 3.334, 11 ha dengan kedalaman hanya mencapai 2,5 meter saja.
"Kondisi terakhir itu sekitar 3000 hektar lebih luasnya," lanjutnya.
Bukan tanpa alasan danau limboto mengalami pendangkalan, salah satu penyebabnya adalah sedimentasi yang dibawa arus sungai dan menumpuk di danau limboto.
Tak hanya soal penyusutan danau, namun pendangkalan danau juga menjadi alasan danau limboto masuk ke dalam daftar danau kritis.
"Historinya dulu danau ini sampai 30 meter kedalamannya, kondisi terakhir sekarang tinggal 2-2,5 meter," lanjutnya.
Dangkalnya danau limboto ini disebut karena kerusakan di area hulu Daerah Aliran Sungai (DAS).