Sabtu, 7 Maret 2026

Kabupaten Gorontalo

2 Bulan usai Diresmikan, Pedagang Pasar Modern Limboto Gorontalo Ini Masih Sepi Pembeli

Dua bulan pasca diresmikan diresmikan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional, Suharso Monoarfa, pasar Modern Limboto disebut masih sepi pembeli.

Tayang:
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Fadri Kidjab
zoom-inlihat foto 2 Bulan usai Diresmikan, Pedagang Pasar Modern Limboto Gorontalo Ini Masih Sepi Pembeli
TribunGorontalo.com/Herjianto
Potret salah satu lapak di Pasar Modern Limboto Kabupaten Gorontalo 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Dua bulan pasca diresmikan diresmikan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional, Suharso Monoarfa, pasar Modern Limboto disebut masih sepi pembeli.

Hal itu diungkapkan sejumlah pedagang Pasar Moderen Limboto.

Deysinta Permata Sari kepada TribunGorontalo.com mengaku saat ini pengunjung tak begitu banyak.

Pedagang pakaian dan skincare itu menjelaskan bahwa segi fasilitas di Pasar Moderen Limboto memang sudah memadai.

"Kebersihan dan air saya rasa sudah sangat baik. Hanya saja pengunjung yang masih kurang," ungkapnya.

Secara kontruksi bangunan, Pasar Moderen Limboto dibangun dengan tiga lantai dan dibuat tangga eskalator untuk memudahkan pengunjung.

Di beberapa sisi juga terpantau dilengkapi CCTV yang seluruhnya beroperasi.

"Jadi untuk keamanan juga kita terjamin," jelasnya.

Ia pun berharap pemerintah bisa membuat kegiatan berupa festival atau semacamnya guna mengundang pengunjung ke Pasar Modern Limboto.

"Sehingga tempat ini akan lebih dikenal oleh khalayak di luar sana, khususnya di Kabupaten Gorontalo," timpalnya.

Deysinta hanya mengandalkan live di sosial media untuk mendapatkan konsumen.

Pendapat serupa dilontarkan Wandra Lihawa. Seperti halnya Deysinta, Wandra mengaku sepi pengunjung di lapaknya.

Meski demikian, ia memandang tarif retribusi masih cukup terjangkau. Sehingga tak begitu membebani pedagang dalam memutar uang mereka.

"Kita hanya bayar retribusinya saja. Itu sekitar Rp 120 ribu," terangnya.

Menurut informasi, sebanyak 161 petak lapak di Pasar Moderen Limboto ini telah diisi oleh pedagang.

Namun berdasarkan pantauan TribunGorontalo.com, hanya sekitar 30 persen lapak yang buka dan beroperasi pada hari ini, Selasa (21/11/2023).

"Bagaimana mau menarik pengunjung jika pedagangnya saja tidak buka," ujarnya.

Masalahnya ramainya pengunjung lanjut Wandra, juga didasarkan pada lapak-lapak yang sering tutup.

"Mereka hanya buka kalau ada kegiatan saja," jelas Wandra.

Ia meminta Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Gorontalo untuk mengevaluasi masalah tersebut.

"Ini harus kembali dievaluasi oleh Disperindag," tuturnya.

Baca juga: Bupati Gorontalo Nelson Pomalingo Bakal Larang Indomaret - Alfamart Jual Produk Difatwa Haram MUI

Pasar Modern Limboto diresmikan

Pasar Modern Limboto di Kabupaten Gorontalo telah diresmikan pada Sabtu (23/9/2023).

Pasar yang dahulu bernama Shopping Centre ini diresmikan langsung Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional, Suharso Monoarfa

Peresmian juga dihadiri Ketua MPR RI Fadel Muhammad, Penjabat Gubernur Gorontalo, Ismail Pakaya, serta Bupati Kabupaten Gorontalo, Nelson Pomalingo.

Sasmita Septiani Djafar (25), pedagang kosmetik di Pasar Modern Limboto mengatakan, ia merasa lega karena ia mendapat kabar dari pengelola pasar bahwa nantinya, di Pasar Modern Limboto ini akan dibuka dua pintu masuk. Pintu masuk depan dan belakang.

“Awalnya, saya merasa kurang beruntung, tapi setelah tahu bahwa akan dibuka pintu masuk belakang, saya lega. Sebab pintu masuk belakang cukup strategis, banyak penumpang lintas kabupaten yang turun di terminal,” ucap Sasmita.

Tanggapan baik juga tertuju pada fasilitas yang tersedia di Pasar Modern Limboto ini.

Menurut Sasmita, Pasar Modern Limboto difasilitasi dengan infrastruktur yang berkualitas. Baik itu dari segi desain arsitektur bangunannya, toilet yang tersedia di tiga lantai, ketersediaan listrik dan air bersih.

Begitu pun dengan pedagang lainnya, turut memberikan tanggapan positif terkait fasilitas di Pasar Modern Limboto ini.

“Dari segi fisik bangunannya, menurut saya sangat bagus,” kata Silvana Katili, pedagang kain di Pasar Modern Limboto, Jumat (29/9/2023).

“Untuk fasilitas, Alhamdulillah baik, tapi mungkin yang perlu disediakan lagi adalah tempat sampah di setiap Lapak,” imbuhnya.

Saat ini, lapak-lapak dagangan di Pasar Modern Limboto belum beroperasi secara keseluruhan. Masih cukup banyak lapak yang belum aktif berjualan.

“Untuk sekarang, bisa dilihat baru beberapa gerai atau lapak yang beroperasi. Sebagian belum aktif sebab beberapa alasan. Di antaranya sedang menunggu proses pengangkutan barang dagangannya,” terang Silvana. 

Pasar Modern Limboto, Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo
Pasar Modern Limboto, Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo (Tribun Gorontalo/Rafiqatul Hinelo)

Baca juga: Cerita Sasmita, Penjual Kosmetik di Pasar Modern Limboto Gorontalo

Tercatat sekitar 200 pedagang sudah terdaftar oleh Diperindag. Di antaranya 40 orang merupakan pedagang eks Pasar Shopping Centre.

Para pedagang Pasar Modern Limboto akan dibebankan biaya sebesar Rp 1,2 juta per bulan.

Proyek Pasar Modern Limboto menggunakan dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) sebesar Rp 56 miliar. 

PT Putra Jaya Andalan dipercayakan sebagai tim pelaksananya. 

Pasar Modern Limboto ini disebut akan didominasi brand-brand lokal sebesar 70 persen. Sementara 30 persen adalah brand nasional.

Hal ini bertujuan memajukan UMKM masyarakat, disamping meningkatkan perekonomian daerah.

"Brand nasional ini sebenarnya sebagai daya tarik saja," ujar Victor Asiku kepada TribunGorontalo.com, Senin (3/4/2023) siang.

Adanya brand nasional dianggap bakal menarik minat para pengunjung segmented, seperti J-Co, KFC, Mixue, Kopi Kenangan dan lain sebagainya.

Kadisperindag mengungkapkan, pihaknya sementara melobi penawaran di beberapa supermarket di Provinsi Gorontalo.

Adapun Pasar Modern Limboto direncanakan bakal menampung sebanyak 161 tenan, ditambah rental space (tempat penyewaan).

 


(TribunGorontalo.com/Herjianto)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved