Pileg 2024
Persaingan Ketat di DPRD Provinsi Gorontalo, Pengamat Politik: Caleg Perempuan Harus Miliki Strategi
Persaingan dalam pemilihan legislatif di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Gorontalo dinilai sangat ketat.
Penulis: Rahman Halid | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Edy-Sijaya.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Pohuwato – Persaingan dalam pemilihan legislatif di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Gorontalo dinilai sangat ketat.
Hal itu disampaikan pengamat politik dari Universitas Pohuwato (UNIPO), Edy Sijaya.
Menurutnya, caleg perempuan wajib mempunyai strategi jitu untuk meraih suara terbanyak.
"Pertarungan caleg perempuan semakin ketat,karena selain menghadapi kaum perempuan sendiri, juga dengan caleg laki-laki," kata Edi Sijaya TribunGorontalo.com, Sabtu (18/11/2023).
"Karena itu caleg perempuan di Pohuwato harus memiliki strategi yang efektif untuk mendapatkan suara rakyat," sambungnya.
Jika para pemilih perempuan peduli dengan kaumnya, kata Edy, pasti akan memilih caleg perempuan.
Meski begitu, kemampuan caleg perempuan saat kampanye sangat krusial dalam meyakinkan masyarakat di daerah pemilihannya.
Aturan KPU mewajibkan 30 persen dari caleg perempuan masing-masing partai politik menjadi peluang bagi perempuan, meski itu tak mudah.
"Gampang kalau kita melibatkan aspirasi semua warga. Dan akan jadi susah ketika hanya melibatkan aspirasi perempuan semata, sehingga perlu mengcover semua aspirasi warga," ujar dosen Jurusan Ilmu Sosial dan Politik Unipo itu.
Baca juga: Alasan Wali Kota Gorontalo Marten Taha Ikut Gugat UU Pilkada ke Mahkamah Konstitusi
Namun, kesulitan itu telah dilalui oleh sejumlah caleg perempuan di Gorontalo.
Sebut saja Sri Masri Sumuri. Caleg Petahana DPRD Provinsi Gorontalo dari Partai Pembangunan Persatuan (PPP) itu mengaku selalu mengawal aspirasi masyarakat, khususnya di wilayah Boalemo dan Pohuwato.
"Lima tahun saya di DPRD Provinsi Gorontalo, saya selalu sigap dengan semua keluhan warga saya," ungkapnya.
Pendapat serupa dlontarkan Since Kadji. Petahana DPRD Provinsi Gorontalo dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu menuturkan, semua perempuan punya hak yang sama untuk memperebutkan hak politik di DPRD Provinsi.
"Kami harus punya keterwakilan. Hanya saja perlu pengorbanan yang berlipat ganda dari materi dan waktu. Tetapi saya sebagai Petahana tetap yakin kita pasti akan menempati posisi-posisi itu," ujarnya.
(TribunGorontalo.com/Rahman)