Kisah
Misteri Suku Lingon yang Suku Bermata Biru di Indonesia
Dari cerita masyarakat di Maluku Utara, keberadaan suku ini konon merupakan sekumpulan masyarakat Eropa yang terdampar setelah kapal yang mereka tumpa
Penulis: Aldi Ponge | Editor: Aldi Ponge
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Misteri-Suku-Lingon-yang-Suku-Bermata-Biru-di-Indonesia-889.jpg)
Kepercayaan Suku Lingon
Kepercayaan suku Lingon masih animisme dan dinamisme, seperti kepercayaan awal suku lain di Indonesia.
Kepercayaan yang dianut masyarakat suku Lingon, tidak terlepas karena keterbatasan mereka mengakses kehidupan luar.
Awalnya kelompok masyarakat ini menganut ajaran Katolik dari Portugis, namun pada akhirnya mereka harus beradaptasi dengan lingkungan sekitarnya dan memutuskan menganut animisme dan dinamisme.
Keturunan masyarakat suku Lingon, saat ini sudah tersebar ke beberapa pulau di sekitar Halmahera Utara. Dengan tujuan memperbaiki keturunan, tanpa meninggalkan keluarganya di Maluku.
Yang Tersisa dari Suku Lingon
Keberadaan masyarakat Eropa di Indonesia, seperi Suku Lingon ini dapat diketahui dari penemuan bangkai kapal dan beberapa peninggalannya di pulau Morotai.
Diperkirakan kedatangan masyarakat Lingon ke Halmahera Utara tahun 1602, ketika Spanyol dan Portugis bekerjasama untuk mengalahkan kerajaan Ternate namun gagal.
Empat tahun kemudian maskapai kapal perang Belanda masuk ke Maluku, untuk mengambilalih perdagangan rempah dan menaklukan kerajaan Ternate dan Tidore.
Kesuksesan militer Belanda di Indonesia Timur, tidak berhenti sebagai pemonopoli perdagangan rempah dan penaklukan Ternate dan Tidore, melainkan juga penempatan benteng pertahanan di beberapa pulau disekitarnya.
Benteng Nasau, dan Moti merupakan benteng peninggalan Portugis yang berhasil ditaklukan Belanda.
Sebagai gantinya dibangun garnisum untuk menyulai kebutuhan prajurit garis depan.
Menipisnya armada laut milik Spanyol dan Portugis merupakan tonggak awal kolonialisme Eropa di Indonesia Timur, dan masyarakat Suku Lingon tidak terlibat secara langsung pemindahan kekuasaan dari pemerintah kerajaan Portugis kepada kerajaan Belanda(*).