Hari Pahlawan
Siswa SMP IT Al-Izzah Gorontalo Drama Treatrikal Masa Penjajahan Belanda
Hari Pahlawan memberikan makna tersendiri bagi SMP IT Al-Izzah Buntulia, Kabupaten Pohuwato, Gorontalo.
Penulis: Rahman Halid | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/SMP-IT-Al-Izzah-Pohuwato-menggelar-drama-teatrikal.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, POHUWATO – Hari Pahlawan memberikan makna tersendiri bagi SMP IT Al-Izzah Buntulia, Kabupaten Pohuwato, Gorontalo.
Para siswa antusias memperagakan drama teatrikal masa penjajahan Belanda.
Kepala Sekolah (Kepsek) SMP IT Al Izzah Pohuwato, La Sinta Olu (40), mengatakan kegiatan itu bertujuan menanamkan jiwa nasionalisme kepada peserta didik.
"Mereka harus tahu perjuangan para pahlawan dahulu merebut kemerdekaan Indonesia dari penjajahan belanda dengan mengorbankan banyak hal, baik nyawa, keluarga dan uang," kata La Sinta kepada TribunGorontalo.com, Jumat (10/11/2023).
Ia menjelaskan, siswa-siswi SMP IT Al Izzah Pohuwato bisa merasakan momentum Hari Pahlawan.
"Ke depan mereka adalah calon-calon pemimpin masa depan, sehingga di dalam diri mereka wajib memiliki jiwa NKRI," ungkapnya.
"Mereka harus bisa membanggakan orang tua denga masa depan yang baik. Terlebih Indonesia akan menghadapi Indonesia Emas 2045," jelasnya.
Di tempat yang sama, siswi SMP IT Al Izzah Pohuwato, Mikaila Aulia Saifuddin, mengaku senang ikut terlibat dalam drama teatrikal Hari Pahlawan.
Menurutn penerima Golden Winner Nessoselain itu, pentingnya bagi mereka mengingat kembali masa-masa pengusiran penjajah.
"Saya bangga menjadi warga Indonesia apalagi setelah menggunakan atribut pahlawan Indonesia serta memperagakannya," tuturnya.