Rabu, 4 Maret 2026

Berita Penting

BREAKING NEWS 400 Lebih Kasus Sifilis di Gorontalo, Ada Jenis yang Tidak Disadari Penderita

Pengelola Penyakit Menular, Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo, saat ini penyakit sifilis di Gorontalo mencapai kurang lebih 400 kasus.

|
Penulis: Rafiqatul Hinelo | Editor: Fadri Kidjab
zoom-inlihat foto BREAKING NEWS 400 Lebih Kasus Sifilis di Gorontalo, Ada Jenis yang Tidak Disadari Penderita
istockphoto
Ilustrasi sampel virus sifilis 

"Pendekatan konseling yang kami sediakan itu, satu layanan dengan lima petugas. Dokter, Perawat/Bidan, Laboran (analis labratorium), Farmasi, Recording dan Reporting atau catatan dan pelaporan," sebutnya.

Ramdhan menegaskan bahwa di setiap puskesmas di Kabupaten/Kota Gorontalo telah tersedia layanan tersebut.

"Dengan adanya pelayanan ini, ternyata betul, banyak yg positif, lebih terbuka untuk mengadu di layanan yang sudah disediakan," katanya.

Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo juga telah berlolaborasi dengan lintas instansi untuk penangan PIMS seperti dinas pendidikan, sebab angka positif disebut banyak dari pelajar.

"Kami butuh mensosialisasikan terkait PIMS, bahkan kalau bisa langsung pemeriksaan," imbuhnya.

Kemudian pihak mereka juga berkolaborasi bersama bagian informasi dan komunikasi, seperi kominfo.

"Kalau ini, untuk penyebaran informasi atau edukasi penyakit sifilis, dan juga untuk memblokir situs atau aplikasi jual beli seks," tambahnya.

Sementara tidak ketinggalan dari segi penguatan  spiritual. Dinas Kesehatan Provinsi bekerjasama mengaku telah bekerjasama dengan Kementrian Agama Provinsi Gorontalo.

Sedangkan, terkait penyediaan obat PIMS termasuk sifilis, mereka mengaku masih menerima distribusi dari kementerian kesehatan.

Terakhir, Ramdhan tidak putus asa mengimbau kepada masyarakat untuk melakukan Pencegahan ABCDE, dalam menyikapi PIMS ini.

Pertama ada Abstinence, tidak melakukan hubungan seksual berisiko seperti memgetahui riwayat pasangan yang akan diajak untuk melakukan hubungan seksual.

Kemudian Be Faithful, setia pada satu pasangan.

Ketiga, Condom. Kata Ramdhan, jika tidak terhindarkan kedua pencegahan di atas, maka dianjurkan untuk menggunakan kondom.

Keempat, Drug No, ia mengimbau untuk hindari penggunaan narkoba, utamanya narkoba suntik.

"Terakhir Education, perkaya diri terkait wawasan PIMS sesuai SOP," tutup Ramdhan.

 

(TribunGorontalo.com/Rafiqatul)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved