Forum Disabilitas ASEAN
Menteri Sosial Tri Rismaharini Ajak Delegasi ASEAN Tinjau Alat Bantu Disabilitas di Sentra Wirajaya
Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini melanjutkan agenda mengajak delegasi 11 negara tersebut pada Kamis (12/10/2023).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Mensos-Tri-Rismaharini-889900.jpg)
Gruwi memiliki fitur tombol panik dengan alarm darurat serta sensor suara dengan pengaturan level tangkapan dan jarak.
Gelang Grita untuk penyandang disabilitas intelektual dilengkapi dengan fitur unggulan seperti sensor denyut nadi dengan alarm.
Jika melebihi batas wajar, lampu indikator darurat untuk perhatian sekitar.
Lalu 8 level sensitivitas denyut nadi yang dapat diatur.
Gelang ini juga terkoneksi ponsel untuk mengirim koordinat GPS dan data realtime.
Mensos juga meninjau sentra kerajinan tangan.
Penyandang disabilitas berkarya dengan menjahit.
Kemudian ada juga yang mahir membuat kain tenun.
Tak ketinggalan, ada botol tumblr yang juga dihasilkan penyandang disabilitas.
Diketahui, Sentra Wirajaya merupakan pusat pelatihan keterampilan bagi penyandang disabilitas.
Mereka dibekali pendidikan dan keterampilan untuk mampu berwirausaha.
Contohnya, dilatih dalam keahlian terkait, menjahit, memasak, kemampuan service alat elektronik dan masih banyak lagi.
"Ini merupakan contoh nyata bagaimana kami melaksanakan program pelatihan kewirausahaan untuk berbagai segmen penyandang disabilitas," kata Tri Rismaharini.
"Program membuahkan hasil luar biasa dalam berbagai aspek, antara lain seni, alat bantu, dan perekonomian," sambungnya.
Hadirnya Wirajaya Center dinilai bisa membuka lapangan pekerjaan sekaligus memberikan perlindungan sosial bagi penyandang disabilitas.
Guna mendukung program kewirausahaan ini, bantuan keuangan diberikan kepada penyandang disabilitas. (*)