Sabtu, 28 Maret 2026

Forum Disabilitas ASEAN

Menteri Sosial Tri Rismaharini Ajak Delegasi ASEAN Tinjau Alat Bantu Disabilitas di Sentra Wirajaya

Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini melanjutkan agenda mengajak delegasi 11 negara tersebut pada Kamis (12/10/2023). 

Tayang:
Editor: Aldi Ponge
zoom-inlihat foto Menteri Sosial Tri Rismaharini Ajak Delegasi ASEAN Tinjau Alat Bantu Disabilitas di Sentra Wirajaya
Tribun-Timur.com
Mensos Tri Rismaharini mengajak delegasi AHLF Tinjau Sentra Wirajaya, pusat pelatihan penyandang disabilitas 

TRIBUNGORONTALO.COM - Delegasi The ASEAN High Level Forum (AHLF) on Enabling Disability-Inclusive Development and Partnership beyond 2025 di Makassar diajak berkunjung ke Sentra Wirajaya, Jalan AP Pettarani.

Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini melanjutkan agenda mengajak delegasi 11 negara tersebut pada Kamis (12/10/2023). 

Di Sentra Wirajaya, Mensos mengajak seluruh delegasi berkeliling.

Mereka melihat sentra pengembangan teknologi alat bantu disabilitas.

Mulai dari kursi yang dimodifikasi khusus bagi disabilitas.

Kursi tersebut bisa di gunakan untuk baring serta berdiri.

"Jadi ini bisa membantu disabilitas kalau mau mengambil benda di tempat tinggi, bisa ini digunakan," kata Mensos Tri Rismaharini.

Ada juga motor tiga roda yang dimodifikasi untuk penyandang disabilitas.

"Motor ini bisa digunakan berjualan," sanbungnya.

 Kemudian ada Tongkat Penuntun Adaptif (TPA) bagi disabilitas tunanetra.

TPA dilengkapi fitur-fitur yang mampu mendukung aktivitas para penyandang disabilitas sensorik netra.

Seperti mengeluarkan peringatan suara ketika menangkap suatu objek di depannya. 

Kemudian mampu mendeteksi jarak yang ada di depan tongkat.

"Tongkat ini juga bisa mendeteksi air atau genangan air, mendeteksi asap serta api," kata Mensos.

Kemudian ada gelang Gruwi untuk penyandang disabilitas sensorik rungu wicara.

Gruwi memiliki fitur tombol panik dengan alarm darurat serta sensor suara dengan pengaturan level tangkapan dan jarak.

Gelang Grita untuk penyandang disabilitas intelektual dilengkapi dengan fitur unggulan seperti sensor denyut nadi dengan alarm.

Jika melebihi batas wajar, lampu indikator darurat untuk perhatian sekitar.

Lalu 8 level sensitivitas denyut nadi yang dapat diatur.

Gelang ini juga  terkoneksi ponsel untuk mengirim koordinat GPS dan data realtime.

Mensos juga meninjau sentra kerajinan tangan.

Penyandang disabilitas berkarya dengan menjahit.

Kemudian ada juga yang mahir membuat kain tenun.

Tak ketinggalan, ada botol tumblr yang juga dihasilkan penyandang disabilitas.

Diketahui, Sentra Wirajaya  merupakan pusat pelatihan keterampilan bagi penyandang disabilitas.

Mereka dibekali pendidikan dan keterampilan untuk mampu berwirausaha.

Contohnya, dilatih dalam keahlian terkait, menjahit, memasak, kemampuan service alat elektronik dan masih banyak lagi.

"Ini merupakan contoh nyata bagaimana kami melaksanakan program pelatihan kewirausahaan untuk berbagai segmen penyandang disabilitas," kata Tri Rismaharini.

"Program  membuahkan hasil luar biasa dalam berbagai aspek, antara lain seni, alat bantu, dan perekonomian," sambungnya.

Hadirnya Wirajaya Center dinilai bisa membuka lapangan pekerjaan sekaligus memberikan perlindungan sosial bagi penyandang disabilitas.

Guna mendukung program kewirausahaan ini, bantuan keuangan diberikan kepada penyandang disabilitas. (*)

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved