Human Interest Story

Cerita Ipon Hia, Pemulung Gorontalo yang Berimpian Buka Usaha Sendiri

Ipon Hia (49), seorang Ibu Rumah Tangga yang kini memulung sampah di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Sampah Talumelito, Kabupaten Gorontalo.

|
Penulis: Rafiqatul Hinelo | Editor: Fadri Kidjab
TribunGorontalo.com
Ipon Hia, pemulung di TPA Talumelito Gorontalo 

Ipon sudah memulung sampah di TPA Talumelito sejak tahun 2013.

Saat itu, sel sampah di TPA Talumelito baru berjumlah 2 sel.

Ipon mengungkapkan di masa awal perjuangannya menjadi pemulung sampah di TPA Talumelito ini, ia dan kawan-kawan pemulungnya pernah menemukan bayi di sel sampah 2 TPA Talumelito.

“Pernah kami temukan bayi di sel 2,” katanya.

Baca juga: Cerita Emi, Rela Tempuh 18 KM untuk Mengais Sampah di TPA Talumelito demi Hidupi Keluarga

Untuk saat ini, di sel 6 belum pernah ditemukan kasus serupa.

“Kalau di sel 6 ini, sampah yang paling mengganggu hanya seperti sampah popok bayi,” tambah Ibu rumah tangga yang memiliki empat anak itu.

Ipon juga mengungkapkan ia kerap memulung sampah medis. Sebab, Ipon justru banyak mendapat sampah plastik yang bisa dijual dari pasokan sampah Rumah Sakit.

Selain membagikan cerita tentang hal-hal teknis selama ia bekerja di TPA Talumelito, Ipon juga bercerita tentang hubungan sosial antar pemulung di dalamnya.

Kata dia, sesama pemulung, mereka sering saling bersikap dingin. Sebab, mereka berkompetisi untuk memungut sampah yang potensial untuk dijual.

Namun, itu tidak berlangsung lama. Saat istirahat siang, suasana biasanya akan cair kembali. Mengingat mereka adalah pemulung yang senasib seperjuangan.

“Suasana dingin antar pemulung itu biasa, karena kami berlomba mengumpulkan sampah, siapa cepat dia dapat. Tapi tidak lama setelah itu akan saling sapa lagi,” tandas Ipon. 

Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved