Berita Lokal
Kades Mootayu di Gorontalo Gagas Tambak Ikan Nila dan Irigasi Sawah
Basir Kasiaradja, sosok Kepala Desa (Kades) menggagas beberapa program desa. Selama dua periode menjabat sebagai Kades Mootayu, berbagai jenis program
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Kades-Mootayu-Basir-Kasiaradja-bersama-warga-desa-di-tambak-ikan-nila.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Kepala Desa (Kades), Mootayu, Basir Kasiaradja di Kecamatan Bone Raya Kabupaten Bone Bolango Provinsi Gorontalo menggagas beberapa program desa.
Selama dua periode menjabat sebagai Kades Mootayu, berbagai jenis program desa telah direalisasikan.
Beberapa program memang bersumber dari anggaran APBD/APBDes, namun tidak sedikit yang yang ditorehkan dari hasil swadaya.
"Saya berusaha memaksimalkan potensi desa. Kita punya masyarakat, kita punya lembaga swadaya, kita punya Bumdes, kita punya SDM. Kita juga punya SDA," ungkap Basir kepada TribunGorontalo.com, Minggu (9/10/2023).
Setelah wisata pantai karang, kini Basir bersama dengan masyarakat serta Bumdes Mootayu sedang memproyeksikan tambak ikan nila dan irigasi cetak sawah.
Menurutnya, kawasan danau di belakang desa potensial dijadikan tempat budidaya ikan nila.
"Itu danau alami, yang luasnya ketika diukur oleh dinas mencapai 15 hektar," ungkap Basir yang juga diketahui merupakan Bendahara APDESI Gorontalo.
Baris menjelaskan, saat ini mereka masih sementara membuat metode pengelolaannya bersama Badan Usaha Milik Desa (Bumdes).
Basir merencanakan pembuangan air dari tambak ikan nila tersebut akan bermuara pada sawah di sekitar tambak.
Pengairan itu direncanakan dengan membuat tanggul di sekitar pinggir danau.
"Dan itu sudah kita anggarkan melalui APBD," terangnya.
Baca juga: Tim Badan Anggaran DPRD Provinsi Gorontalo Rapat Pembahasan APBD 2024
Baca juga: BREAKING NEWS: 526 Warga Gorontalo Terjangkit Malaria, Waspada!
Dirinya mengaku, inovasi ini digagas saat mendengar kabar perusahaan tambang Gorontalo Mineral (GM) akan beroperasi pada tahun 2024 mendatang.
"Saya sudah dapat bocoran. Setidaknya ada 2.000 tenaga kerja yang akan datang, sehingga menurut saya ini secara ekonomi potensial untuk memberdayakan masyarakat," ujar Basir.
Meski pada kenyataannya saat ini, tambak ikan nila yang telah selesai dibuat baru berjumlah delapan petak dengan ukuran 4 x 8 meter.
Namun bagi Basir, hal tersebut akan terus dilakukan pengembangan.