Gorontalo Waspada Malaria
BREAKING NEWS: 526 Warga Gorontalo Terjangkit Malaria, Waspada!
Iswan merupakan Ketua Tim Kerja Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular dan Penyakit Tidak Menular, Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo.
Penulis: Rafiqatul Hinelo | Editor: Wawan Akuba
TRIBUNGORONTALO.COM -- Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo mencatat, setidaknya hingga Agustus 2023, tercatat ada 526 malaria di wilayah tersebut.
Data yang dibagikan oleh Iswan Ahmad, Senin (9/10/2023), 526 kasus ini tersebar di 5 kabupaten dan 1 Kota Gorontalo.
Iswan merupakan Ketua Tim Kerja Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular dan Penyakit Tidak Menular, Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo.
Secara rinci, kasus malaria tertinggi di Gorontalo berada di Kabupaten Pohuwato. Per Agustus 2023, kasus malaria di daerah bertajuk "Bumi Panua" ini mencapai 311 kasus.
Sementara daerah dengan kasus malaria terendah adalah Kabupaten Bone Bolango dengan hanya terdeteksi 5 kasus saja.
Berikut angka sebaran kasus malaria di Gorontalo jika diiurutkan dari terendah ke tertinggi:
- Kabupaten Bone Bolango: 5
- Kota Gorontalo: 9
- Gorontalo Utara: 9
- Kabupaten Gorontalo: 22
- Boalemo: 170
- Pohuwato: 311
Kendati, Kota Gorontalo, Gorontalo Utara, Bone Bolango, Boalemo dan Pohuwato sudah mendapatkan sertifikasi eliminasi malaria.
Menurut Iswan, hanya Kabupaten Gorontalo yang belum eliminsai malaria tetapi daerah tersebut masih dalam kalsifikasi endemis rendah.
"Hanya Kabupaten Gorontalo yang belum belum mendapat sertifikasi eliminasi malaria tersebut," tegas Iswan.
Karena itu katanya, jika dalam 3 tahun angka kasus di masing-masing wilayah ini tidak mampu dieliminasi, maka sertifikasi tersebut akan dicabut oleh Kementerian Kesehatan RI.
Makanya menurut Iswan, pihaknya kini mulai bergerilya untuk membebaskan Gorontalo dari kasus malaria.
"Kasus ini menjadi fokus kami bersama saat ini, agar Gorontalo dapat kembali menjadi Provinsi bebas malaria," ujar Iswan.
Sebelumnya diketahui, pada 31 Mei 2022 lalu, tiga daerah di Provinsi Gorontalo menerima penghargaan Eliminasi Malaria yang dilaksanakan oleh Kementerian Kesehatan RI.
Sertifikat eliminasi malaria diserahkan oleh Direktur Jenderal P2P Kemenkes RI, Dr. dr. Maxi Rein Rondonuwu, pada peringatan Hari Malaria Sedunia yang berlangsung di Mandalika, Lombok Tengah (31/05/2022).
Adapun 3 (tiga) daerah yang menerima penghargaan tersebut yaitu Kabupaten Bone Bolango, Pohuwato dan Boalemo yang diterima langsung oleh masing-masing kepala daerah.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/MALARIA_GORONTALOjpg.jpg)