Mahasiswa Gorontalo
Mahasiswa Arsitektur UNG Gorontalo Inovasi Limbah Popok Bayi jadi Batako
Sekelompok mahasiswa Teknik Arsitektur Universitas Negeri Gorontalo (UNG) membuat inovasi batako dari limbah popok bayi.
Penulis: Rafiqatul Hinelo | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Mahasiswa-arsitektur-UNG-membuat-inovasi-baru-pembuatan-batako.jpg)
Setelah melewati proses pembuatan dan pengujian, mereka menemukan bahwa benar batako yang dicampur dengan kandungan serat dari popok bayi punya keunikan.
"Benar saja, setelah kami melakukan uji berat, dan konduktivitas termal, batako ini jauh lebih ringan dan bersifat isolator," terang Tsani.
Saat ini tahap penelitian selanjutnya akan segera dilakukan. Tsani mengatakan, pihaknya akan menguji daya tekan dan transmisi bunyi suara yang dapat dihasilkan dari produk yang diberi nama Diaper Brick (Dibrick) ini.
Tsani mengaku ia bersama keempat temannya memang tertarik isu-isu lingkungan. Sebab, bagi mereka proyek penelitian ini menjadi kesenangan tersendiri.
"Kebetulan tim kami memang senang mengangkat isu lingkungan. Dan juga, di bidang arsitektur sekarang sedang gencar-gencarnya membuat desain atau produk yang mengarah pada tema arsitektur hijau," tutup Tsani.
(TribunGorontalo.com/Rafiqatul)