Rabu, 4 Maret 2026

Mahasiswa Gorontalo

Mahasiswa Arsitektur UNG Gorontalo Inovasi Limbah Popok Bayi jadi Batako

Sekelompok mahasiswa Teknik Arsitektur Universitas Negeri Gorontalo (UNG) membuat inovasi batako dari limbah popok bayi.

Tayang:
Penulis: Rafiqatul Hinelo | Editor: Fadri Kidjab
zoom-inlihat foto Mahasiswa Arsitektur UNG Gorontalo Inovasi Limbah Popok Bayi jadi Batako
Kolase TribunGorontalo.com
Mahasiswa arsitektur UNG membuat inovasi baru pembuatan batako 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo Sekelompok mahasiswa Teknik Arsitektur Universitas Negeri Gorontalo (UNG) membuat inovasi batako dari limbah popok bayi.

Menurut Tsaniah, mahasiswa Arsitektur, ia meneliti bersama empat rekannya, di bawah bimbingan Dosen Teknik Arsitektur UNG, Niniek Pratiwi.

Kelompok Tsaniah adalah Nabila Nur Mustafa sebagai ketua kelompok, Andika Linggile, Amanda Nur Aini Ayuba, serta Siti Revalina T Ngiu.

Tsani menuturkan bahwa ide penelitian batako ini digagas langsung oleh Niniek Pratiwi.

Tsani mengatakan bahwa Niniek adalah seorang ibu yang memiliki tiga orang bayi.

Menjadi seorang ibu yang memiliki bayi, Ninik resah dengan penggunaan popok pada bayi yang belum bisa ia hindari.

"Penggunaan popok tentu berbanding lurus dengan angka kelahiran bayi. Semakin tinggi angka kelahiran, maka intensitas penggunaan popok bayi pun akan meningkat," jelas Tsani.

Kata dia, limbah popok bayi dapat mencemari lingkungan. Dosen mereka mencari solusi atas masalah limbah popok bayi ini versi ilmu arsitektur.

Baca juga: Viral Emak-emak Histeris Lihat Polisi Keroyok Pedemo Tambang Pohuwato

Tsani dan kawan-kawannya mengamati popok bayi mengandung serat/fiber bersifat mudah menyerap air, bertekstur halus dan ringan.

"Kami menduga temuan ini akan efektif dijadikan campuran batako," kata Tsani.

Tsani menceritakan proses mereka meneliti popok bayi menjadi campuran batako ini dilaksanakan di beberapa lokasi inti.

Proses pembuatan batako dilakukan di rumah salah satu anggota kelompok penelitian, di Perumahan Kasiba, Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo.

Pengujian berlangsung di Laboratorium Teknik Sipil UNG, Laboratorium Sains Bangunan Arsitektur UNG dan Laboratorium Sains Bangunan Fakultas Teknik Universitas Samratulangi, Manado.

Tsani menegaskan bahwa dalam proses pembuatannya, mereka menggunakan alat-alat sesuai standar kerja arsitektur.

"Pembuatannya kami lakukan di rumah teman kami, tentunya dengan alat ukur dan alat timbang", ucapnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved