Gorontalo Kemarin
Gorontalo Kemarin, Emas di Pesisir Paguat dan Penganiaya Siswa SMP Diringkus Polisi
Berikut berita populer Gorontalo Kemarin yang wajib Anda tahu dari Gorontalo. Berita-berita ini menarik perhatian masyarakat Gorontalo karena berbaga
Penulis: Redaksi | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/1992023_Penganiayaan-kepada-seorang-siswa-SMP-7-Kota-Gorontalo.jpg)
Berikut berita populer Gorontalo Kemarin yang wajib Anda tahu dari Gorontalo.
Berita-berita ini menarik perhatian masyarakat Gorontalo karena berbagai alasan.
Mulai dari peristiwa penting yang terjadi di daerah tersebut hingga cerita inspiratif dari warga Gorontalo.
Kronologi Penemuan Emas di Pesisir Paguat-Gorontalo, Berawal dari Iseng-iseng
TRIBUNGORONTALO.COM, Marisa – Pantai Alumbango, Kabupaten Pohuwato, Gorontalo, tiba-tiba diserbu warga menyusul penemuan butiran emas di pesisir pantai tersebut pada Jumat (15/9/2023).
Penemunya adalah Sudirman Palaki, seorang warga Desa Buhu Jaya, Kecamatan Paguat.
Awalnya, Sudirman berniat pergi ke muara Sungai Marisa untuk mencari serbuk emas.
Namun, ia terkendala dengan ombak yang sangat tinggi. Tak jadi pergi ke muara, ia kemudian iseng mengambil pasir di pesisir pantai Alumbango.
Setelah dicek, ternyata pasir tersebut mengandung emas.
Polisi Ringkus Penganiaya Siswa SMP 7 Kota Gorontalo, di Bawah Umur dan Putus Sekolah
TRIBUNGORONTALO.COM -- Sat Reskrim Polresta Gorontalo Kota berhasil mengungkap identitas pelaku dan korban penganiayaan yang viral di media sosial, Rabu (19/9/2023).
Kapolresta Gorontalo Kota Kombespol Ade Permana mengatakan, pihaknya langsung melakukan penyelidikan setelah menerima laporan dari masyarakat terkait video penganiayaan tersebut.
"Menindak lanjuti video yang viral tersebut Team Rajawali dan Piket Reksrim dan unit Intelkam yang dipimpin oleh Kasat Reksrim Kompol Leonardo Widharta langsung melakukan penyelidikan dan mengantongi identitas saksi-saksi, korban serta pelaku," kata Ade Permana.
Dijelaskan Kompol Leonardo bahwa kejadian tersebut terjadi pada Jumat (15/9/2023) sekitar pukul 16.00 WITA di Taman Kota Gorontalo.
Baca Selanjutnya: Penganiayaan siswa gorontalo
1.314 Warga Kota Gorontalo Dicoret dari Data Penerima Bansos, Ini Alasannya
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Pemerintah mencoret sebanyak 1.314 warga Kota Gorontalo dari Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).
Artinya, 1.314 warga Kota Gorontalo ini tak berhak menerima bantuan dan pemberdayaan sosial.
Sebab, DTKS adalah basis data untuk program penanganan fakir miskin dan penyelengaraan kesejahteraan sosial.
Dinas Sosial (Dinsos) Kota Gorontalo pun menjelaskan musabab pencoretan ini.
Kepala Bidang Resos dan Banjamsos Dinsos Kota Gorontalo, Endang Hulumudi, ribuan warga ini terdampak pemadanan data.
Burung Migran Makin Jarang Muncul di Danau Limboto, Apa Penyebabnya?
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Danau Limboto, Gorontalo kini sudah jarang disinggahi burung migran.
Burung migran atau burung bermigrasi adalah kawanan dari berbagai jenis burung yang terbang dari habitat awalnya, menuju belahan bumi lain.
Secara alami, burung migran bertelur atau berkembang biak di daerah dingin yakni, Belahan Bumi Utara (BBU) juga Belahan Bumi Selatan (BBS).
Ketika wilayah BBU dan/atau BBS menunjukkan perubahan iklim dari musim gugur ke musim dingin, maka jenis burung air ini akan mulai meninggalkan wilayah tersebut.
Rosyid Azhar, seorang pegiat lingkungan mengatakan, bahwa burung migran akan terbang dari bagian wilayah bumi yang dingin, menuju wilayah dengan iklim yang lebih hangat.
Pansus RTRW DPRD Provinsi Gorontalo Kunjungi Pemkab Boalemo, Ini Poin Pembahasannya
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Panitia Khusus (Pansus) Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) DPRD Provinsi Gorontalo akan menindaklanjuti masukan program ke pemerintah pusat.
Hal ini disampaikan oleh Ketua Pansus, La Ode Haimudin saat melakukan kunjungan kerja ke Dinas PUPR Kabupaten Boalemo, Selasa (19/9/2023).
Menurutnya, antara pihak Pemkab Boalemo dan Pemprov Gorontalo sejauh ini masih ada perbedaan pandangan.
"Terutama dengan pihak Kawasan Pertanian Pangan Berkelanjutan (KP2B)," ungkapnya.
Lebih lanjut kata La Ode, pihaknya meminta kepada Pemkab Boalemo kiranya melakukan penambahan wilayah untuk KP2B.