Sempat Dihentikan, 14 Proyek Jalan Kabupaten Gorontalo Kembali Dikerjakan
Kontraktor yang mengerjakan proyek dengan dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) itu sempat di-kick pemerintah setempat.
Penulis: Ahmad Rajiv Agung Panto | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/2023-09-18_14-proyek-kabgor.jpg)
TRIBUBGORONTALO.COM, Limboto - Sebanyak 14 proyek peningkatan jalan di Kabupaten Gorontalo kini kembali dilanjutkan.
Kendati, 14 proyek peningkatan mutu jalan tersebut, sempat dihentikan pada beberapa tahun lalu.
Kontraktor yang mengerjakan proyek dengan dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) itu sempat di-kick pemerintah setempat.
Roni Sampir, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Gorontalo mengungkapkan sisa anggaran dari 14 proyek pen tersebut dapat digunakan kembali.
Kata Roni, penggunaan kembali anggaran itu sudah dibahas oleh pihaknya bersama PT SMI dan DJPK Kementerian Keuangan.
Tetapi bukan digunakan begitu saja. Kata dia, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi.
“Pertama anggaran ini hanya diperuntukkan untuk menyelesaikan pekerjaan yang putus kontrak. Jadi tidak bisa diperuntukkan untuk kegiatan yang lainnya,” kata Roni, Senin (18/9/2023).
Kedua, PT SMI juga menuntut pengerjaan proyek hanya sampai pada 30 November 2023 nanti.
“Nah kemudian yang ketiga sistem penganggarannya mengikuti sistem penganggaran APBD maka dia bisa digunakan uangnya pada saat setelah APBD Perubahan,” jelas Roni.
Kata dia, pengerjaan 14 proyek itu akan dimulai awal Oktober 2023 nanti. Artinya, kontraktor hanya punya waktu 2 bulan menyelesaikan pekerjaan tersebut.
“Kegiatannya bisa dimulai di awal Oktober kemudian berakhir di 30 November sehingga praktis pekerjaannya 2 bulan, lewat dari 2 bulan semua sisa anggaran itu akan ditarik oleh Kementerian,” tutur Roni.
Alasan 14 Kontraktor di-Kick
Lebih lanjut Roni menjelaskan alasan 14 kontraktor tersebut di-kick oleh pihaknya.
“Jadi kemarin yang itu juga sudah paparkan di Kementerian Kenapa dia putus kontrak pertama adalah pada saat itu ada perubahan harga memang beberapa material seperti semen,” kata Roni.
Selain itu ketersediaan Asphalt Mixing Plant (AMP) untuk memproduksi bahan pelapisan permukaan jalan atau campuran beraspal panas yang masih kurang.