Minggu, 8 Maret 2026

Fakta Baru Kasus Warga Tenda-Gorontalo Ditembak Mati Polisi, Kapolres: Sudah Kita Periksa

Fakta baru itu diungkapkan Kapolresta Gorontalo Kota, Kombes Pol Ade Permana saat menghandiri rekonstruksi kasus tersebut Kamis siang (14/9/2023). 

Tayang:
Penulis: Ahmad Rajiv Agung Panto | Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Fakta Baru Kasus Warga Tenda-Gorontalo Ditembak Mati Polisi, Kapolres: Sudah Kita Periksa
TribunGorontalo.com/AgungPanto
Pemeran pengganti Muhammad Hasan (MH) dalam kasus pembacokan polisi beberapa waktu lalu. FOTO: Agung Panto/TribunGorontalo.com 

TIRBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Polisi menemukan fakta beru terkait kasus warga Kelurahan Tenda ditemkan masti Polresta Gorontalo Kota beberapa waktu lalu. 

Fakta baru itu diungkapkan Kapolresta Gorontalo Kota, Kombes Pol Ade Permana saat menghandiri rekonstruksi kasus tersebut Kamis siang (14/9/2023). 

Rekonstruksi dilakukan di di Tempat Kejadian Perkara (TKP) Jl Gn Semeru, Kelurahan Tenda, Kecamatan Hulonthalangi, Kota Gorontalo. 

“Fakta baru ada saksi baru yang melihat dari dalam rumah (yang berada di TKP),” ujar Ade saat di lokasi TKP pada Kamis 14/9/2023.

Pihaknya pun saat ini telah melakukan pemeriksaan terhadap saksi tersebut.

Saksi ini kata Ade baru terungkap karena saat kejadian memeng tak berani keluar rumah.

“Sudah kita periksa juga yang melihat dari balik rumah, karena dia tidak berani (keluar),” tambahnya.

Diberitakan sebelumnya, seorang warga Kelurahan Tenda bernama Muhammad Hasan (MH) meregang nyawa setelah ditembak polisi.

MH disebut sudah melukai polisi bernama Ariyanto Antuke. Sejumlah luka harus diterima polisi berpangkat Bripka tersebut. 

Dalam rekonstruksi kasus tersebut, pemeran pengganti dari unsur kepolisian serta saksi-saksi yang ada, memperagakan 19 adegan yang dibagi dalam dua kali waktu kejadian. 

Kejadian pertama 9 adegan. Dimulai dari sejumlah saksi dan 2 polisi yakni Aiptu Renaldi dan Bripka Ariyanto Antuke mendatangi rumah MH pada Jumat (9/9/2023) sekira pukul 19.00 Wita.

Keduanya yang hendak melakukan konfirmasi kepada MH terkait masalahnya dengan tetangga, justru mendapat perlakuan kasar. 

MH menyerang keduanya dengan senjata tajam (sajam). Penyerangan paling 'brutal' dialami oleh Bripka Ariyanto hingga harus dilarikan ke rumah sakit tentara (Kesdim). 

Adegan berikutnya, polisi memperlihatkan bagaimana sajam yang dibawa oleh MH dilayangkan ke arah Ariyanto. 

Dalam adegan-adegan yang diperagakan oleh pemeran pengganti, terlihat bagaimana Ariyanto harus menghindari sabetan sajam dari MH. 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved