Selasa, 10 Maret 2026

Fakta Baru Kasus Warga Tenda-Gorontalo Ditembak Mati Polisi, Kapolres: Sudah Kita Periksa

Fakta baru itu diungkapkan Kapolresta Gorontalo Kota, Kombes Pol Ade Permana saat menghandiri rekonstruksi kasus tersebut Kamis siang (14/9/2023). 

Tayang:
Penulis: Ahmad Rajiv Agung Panto | Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Fakta Baru Kasus Warga Tenda-Gorontalo Ditembak Mati Polisi, Kapolres: Sudah Kita Periksa
TribunGorontalo.com/AgungPanto
Pemeran pengganti Muhammad Hasan (MH) dalam kasus pembacokan polisi beberapa waktu lalu. FOTO: Agung Panto/TribunGorontalo.com 

Rekonstruksi berakhir pada adegan ke-9 setelah Ariyanto dan Renaldi melarikan diri karena dianiaya oleh MH. 

Adegan pada kejadian kedua, yakni pada Sabtu dini (9/9/2023) sekira pukul 01.30 Wita.

Dimulai dari depan rumah MH. Polisi bertemu pria paruh baya itu di kawasan rumahnya. 

Pada tahap dua rekonstruksi ini, polisi memperlihatkan bagaimana MH berpapasan dengan sejumlah polisi yang mencarinya. 

Tidak berbeda dengan adegan sebelumnya, kali ini MH tetap melayangkan sajam ke polisi yang saat itu mengantongi senjata api (senpi). 

Pada adegan ke-5 terlihat seorang polisi atau saksi-3 mengacungkan senpi ke arah MH yang saat itu melakukan penyerangan. 

Polisi atau saksi 3 yang saat itu semakin terdesak ke tiang listrik, lalu melepaskan tembakan. Sebelumnya tembakan ke udara sebagai peringatan. 

Tembakan terakhir adalah tembakan yang mengarah ke dada MH hingga tersungkur. 

Meski begitu, adegan ke-6 terlihat MH masih melakukan perlawanan. Meski peluru menembus dadanya, tetapi ia masih mampu menggerakan tangan kiri. 

Polisi yang saat itu ada di lokasi, langsung mengamankan sajam yang dipegang dengan tangan kiri MH. 

Adegan berikutnya, MH meski sudah tersungkur karena mendapat tembakan di dada, diborgol dengan kabel tis oleh polisi

Rekonstruksi lalu ditutup dengan adegan sejumlah polisi mengangkat tubuh MH ke mobil untuk dilarsikan ke Rumah Sakit Aloei Saboe (RSAS).

Adapun rekonstruksi yang berlangsung nyaris sejam itu, dihadiri oleh Kapolresta Gorontalo Kota, Kombes Pol Ade Permana dan Kasat Reskrim Polresta Gorontalo Kota, Kompol Leonardo Widharta.

Sementara sejumlah warga menyaksikan rangkaian itu dari rumahnya masing-masing. Warga yang melakukan perekaman adegan, dilarang polisi. (*)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved