Human Interest Story
Sepotong Cerita Perjuangan Pemuda dalam Pembentukan Provinsi Gorontalo
Para pemuda ini mayoritas tergabung dalam organisasi himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dan Himpunan Pemuda Mahasiswa Indonesia Gorontalo (HPMIG).
Penulis: Rafiqatul Hinelo | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Mengukuhkan-Jati-Diri-Dinamika-pembentukan-Provinsi-Gorontalo.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Para pemuda memiliki andil besar dalam proses perjuangan Gorontalo menjadi sebuah daerah otonom.
Para pemuda ini mayoritas tergabung dalam organisasi himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dan Himpunan Pemuda Mahasiswa Indonesia Gorontalo (HPMIG).
Perjuangan ini dimulai di masa transisi reformasi, saat itu tahun 1999 hingga 2001.
Situasi politik pemerintahan Indonesia berada pada masa transisi dari Presiden Soeharto kepada B.J. Habibie.
Masa-masa inilah mendorong para pemuda ingin melakukan pemekaran Gorontalo dari Provinsi Sulawesi Utara.
Apalagi, saat itu keluar Peraturan Pemerintah Nomor 129 Tahun 2000 tentang Persyaratan Pembentukan dan Kriteria Pemekaran, Penghapusan dan Penggabungan Daerah.
Dalam Buku “Mengukuhkan Jati Diri: Dinamika pembentukan Provinsi Gorontalo”, dijelaskan gelombang pemekaran terjadi di sejumlah daerah.
Sebut saja Kepulauan Riau, Bangka Belitung, Maluku Utara, Sulawesi Barat, dan Gorontalo.
Para pemuda mendorong pemekaran Gorontalo agar memiliki kehendak penuh atas pembangunan.
"Bagi sebagian masyarakatnya, Gorontalo memekarkan wilayahnya karena perasaan termarjinalisasi oleh etnis provinsi induknya (Minahasa)," ucap Riswanda Imawan, Profesor Ilmu Politik UGM dalam buku yang ditulis Basri Amin tersebut.
Selain 2 organisasi mahasiswa, perjuangan pemekaran Gorontalo juga dibantu oleh sejumlah paguyuban.
Perjuangan para pemuda ini dilakukan dengan sejumlah aksi. Ada diskusi dan dialog tentang misi perjuangan Gorontalo.
Bahkan, pada bulan Januari 1999 pemuda menyuarakan aspirasi di Musyawarah Besar (Mubes) ke-V HPMIG di Gorontalo.
Ide tersebut direspons baik oleh peserta Mubes. Sehari setelah Mubes tersebut, pemuda dan mahasiswa yang dimotori oleh HPMIG, turun ke jalan.
Orasi pembentukan Provinsi Gorontalo saat itu dibacakan oleh Alex Olii di depan RRI.