Kamis, 19 Maret 2026

Pemkot Gorontalo

Petani Sawah di Kota Gorontalo yang Gagal Panen Dapat Rp 10 Juta Sebagai Asuransi

Marten taha Wali Kota Gorontalo dengan programnya dengan meluncurkan asuransi bagi petani sawah yang gagal panen akibat cuaca ekstrem. 

Tayang:
Penulis: Husnul Puhi | Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Petani Sawah di Kota Gorontalo yang Gagal Panen Dapat Rp 10 Juta Sebagai Asuransi
TribunGorontalo.com/M Husnul Jawahir Puhi
Petani sedang berada di sawah. FOTO: M Husnul Puhi/TribunGorontalo.com 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Pemkot Gorontalo telah mengambil tindakan proaktif dalam mengatasi dampak kekeringan yang berkepanjangan.

Marten taha Wali Kota Gorontalo dengan programnya dengan meluncurkan asuransi bagi petani sawah yang gagal panen akibat cuaca ekstrem. 

Inisiatif ini bertujuan untuk melindungi mata pencaharian para petani dan membantu dalam menghadapi tantangan yang disebabkan oleh perubahan iklim.

Kekeringan yang berkepanjangan telah mengancam produksi pertanian di wilayah Kota Gorontalo dan juga mempengaruhi pendapatan para petani secara signifikan. 

Untuk menjawab tantangan tersebut, Pemkot Gorontalo menyediakan asuransi gagal panen kepada petani sawah.

Marten Taha menjelaskan, bahwa program asuransi ini merupakan langkah penting untuk menjaga keberlanjutan pertanian di Kota Gorontalo

"Seluruh petani sawah yang mengalami gagal panen akan dibantu oleh Pemkot Gorontalo," kata Marten.

Hal ini dikatakan Marten usai menghadiri rapat Forkopimda bersama Pemprov Gorontalo dan beberapa instansi terkait, Selasa (12/9/2023).

Dalam program ini, petani yang gagal panen akan diberikan perlindungan finansial berupa uang tunai sebesar Rp. 10 Juta per hektar.

"Preminya akan kami bayarkan. Begitu dia (petani) gagal Rp. 10 juta mereka dapatkan," imbuhnya.

Tak hanya itu, bahkan kata Marten, pihak dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) turut membantu dari dampak kekeringan yang menimpa para petani sawah di Kota Gorontalo.

Bantuan yang akan diberikan BNPB masing-masing sebanyak Rp. 8 Juta per hektarnya.

Marten juga menjelaskan, bahwa luas sawah yang gagal panen di Kota Gorontalo sebanyak 7,9 hektar.

"7,9 hektar itu yang akan dibantu oleh Pemkot Gorontalo dan BNPB," jelas Marten singkat.

Selain itu, langkah ini juga sejalan dengan upaya Pemkot Gorontalo dalam mengurangi kerentanan terhadap perubahan iklim dan memperkuat ketahanan pangan di wilayah tersebut. 

Program asuransi ini diharapkan dapat menjadi model bagi daerah-daerah lain dalam mengatasi dampak perubahan iklim terhadap pertanian. ADVERTORIAL (*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved