Jumat, 6 Maret 2026

Gempa Bumi

UPDATE Gempa Bumi Magnitudo 6,8 Jumat 8 September 2023, Sudah 2.012 Orang Tewas, 2.059 Luka- luka

2.012 orang dikabarkan tewas menurut Kementerian Dalam Negeri Maroko pada Sabtu (9/9/2023) sekitar pukul 23.00 waktu setempat atau pada Minggu (10/9/2

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Aldi Ponge
zoom-inlihat foto UPDATE Gempa Bumi Magnitudo 6,8 Jumat 8 September 2023, Sudah 2.012 Orang Tewas, 2.059 Luka- luka
AFP/FADEL SENNA
Warga berlindung di sebuah alun-alun setelah gempa bumi di Marrakesh pada 9 September 2023. Hampir 300 orang tewas setelah gempa bumi dahsyat mengguncang Maroko pada 8 September malam, menurut hitungan awal pemerintah, dengan penduduk Marrakesh melaporkan jeritan yang tak tertahankan setelah gempa berkekuatan magnitudo 6,8. 

TRIBUNGORONTALO.COM - Gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,8 terjadi pada Jumat (8/9/2023) pukul 23.11 waktu setempat.

Korban gempa bumi terjadi di Maroko ini terus bertambah. 

2.012 orang dikabarkan tewas menurut Kementerian Dalam Negeri Maroko pada Sabtu (9/9/2023) sekitar pukul 23.00 waktu setempat atau pada Minggu (10/9/2023) pukul 05.00 WIB

2.059 orang lebih mengalami luka-luka,1.404 orang di antaranya dilaporkan dalam kondisi kritis. 

"Sedikitnya 2.012 orang dipastikan tewas, sementara 2.059 orang terluka, termasuk 1.404 orang dalam kondisi kritis," ungkap Kementerian Dalam Negeri Maroko dalam sebuah pernyataan, dikutip dari AFP.

Dari jumlah korban tewas tersebut, 1.293 di antaranya tercatat berada di Provinsi Al-Haouz sebagai pusat gempa, dan 452 orang di Provinsi Taroudant. Itu adalah dua daerah yang paling parah terkena dampak gempa.

"Pihak berwenang masih mengerahkan pasukan untuk meningkatkan operasi penyelamatan dan mengevakuasi para korban," tambah pernyataan Kementerian tersebut.

Gempa berkekuatan magnitudo 6,8 terjadi pada Jumat (8/9/2023) pukul 23.11 waktu setempat, di daerah pegunungan yang berjarak 72 kilometer di barat daya kota wisata Marrakesh.

Ini menjadi gempa paling mematikan di Maroko selama beberapa dekade terakhir.

Pihak berwenang telah mengumumkan tiga hari berkabung nasional, sementara tim penyelamat melanjutkan pencarian korban.

Aljazair Akan Membuka Wilayah Udara untuk Penerbangan Bantuan ke Maroko

Pemerintah Aljazair telah memutuskan untuk membuka wilayah udaranya untuk penerbangan yang mengirimkan bantuan kemanusiaan ke Maroko.

Mereka juga mengizinkan pernerbangan yang membawa orang-orang yang terluka akibat gempa bumi di negara tersebut.

 
Kantor Presiden Aljazair Abdelmadjid Tebboune dalam pernyataannya menyatakan, kesiapan penuh pemerintah mereka untuk memberikan bantuan kemanusiaan dan seluruh kemampuan material dan manusia sebagai bentuk solidaritas terhadap rakyat Maroko.

Putin dan Pemimpin Dunia Kirim Belasungkawa

Sejumlah pemimpin dunia menyampaikan belasungkawa kepada Maroko. Satu di antaranya adalah Presiden Rusia Vladimir Putin.

Putin dilaporkan telah menyampaikan belasungkawa kepada Raja Maroko Mohammed VI atas dampak tragis gempa bumi dahsyat tersebut.

“Yang Mulia, terimalah belasungkawa tulus saya sehubungan dengan dampak tragis gempa bumi dahsyat di wilayah tengah negara Anda,” kata Putin dalam channel telegram yang dipublikasikan di situs Kremlin.

Presiden juga mencatat bahwa Rusia turut berduka cita atas musibah yang menimpa rakyat Maroko yang bersahabat.

Presiden Tiongkok Xi Jinping pada Sabtu menyampaikan belasungkawanya kepada Raja Maroko, Mohammed VI atas gempa bumi yang menewaskan ribuan orang dan melukai ratusan lainnya tersebut.

Selain itu, Pemerintah Inggris, melalui Perdana Menteri-nya, Rishi Sunak, menyatakan siap memberikan bantuan yang diperlukan Maroko menyusul gempa besar tersebut.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan pun menyampaikan belasungkawa atas bencana alam yang terjadi di negara Afrika tersebut.

Kementerian Luar Negeri Spanyol juga menyampaikan belasungkawa kepada Maroko.

Perdana Menteri India Narendra Modi menyampaikan belasungkawa kepada rakyat Maroko.

“Saya turut berduka cita bersama masyarakat Maroko pada saat yang tragis ini. Saya turut berbela sungkawa kepada mereka yang kehilangan orang yang mereka cintai. Semoga yang terluka segera pulih,” katanya.

Sementara itu, ratusan orang warga Maroko mengantre untuk mendonorkan darahnya bagi mereka yang terluka akibat gempa dahsyat tersebut.

Mengapa Gempa Maroko Sebabkan Kerusakan Besar dan Ribuan Korban Jiwa?

Gempa bumi dengan magnitudo 6,8 melanda Maroko pada Jumat (8/9/2023) malam waktu setempat.

Akibat bencana ini, sebanyak 1.037 orang dinyatakan tewas dan ribuan orang mengalami luka-luka.

Tak hanya itu, guncangan gempa menyebabkan kawasan kuno dan bangunan bersejarah di Maroko runtuh.

Gempa Maroko ini bahkan tercatat menjadi gempa terkuat yang pernah melanda negara tersebut selama 120 tahun terakhir.

Lantas, mengapa gempa Maroko menyebabkan kerusakan yang besar dan timbulnya banyak korban jiwa?

Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG Daryono mengungkapkan negara Maroko diguncang gempa tektonik.

Gempa bahkan masih melanda hingga Sabtu (9/9/2023) pagi dengan magnitudo 6,9 di kedalaman sangat dangkal, 28 kilometer.

"Ini merupakan gempa utama (mainshock) dan yang terbesar dalam catatan sejarah yang pernah terjadi di Maroko," ujarnya dalam rilis resmi yang diterima Kompas.com, Sabtu (9/9/2023).

Menurut Daryono, gempa yang terjadi di Maroko merupakan jenis gempa kerak dangkal atau shallow crustal earthquake.

Guncangan terjadi akibat aktivitas sesar aktif di Zona Pegunungan Atlas, Maroko. Jalur pegunungan ini berada di wilayah barat daya hingga timur laut, dari Agadir hingga Aït Ahmadou Haddou, Maroko.

"Gempa ini terjadi di wilayah jalur sumber gempa sesar aktif yang sudah terpetakan, namun demikian zona ini dikenal dengan riwayat kegempaan yang relatif rendah," lanjutnya.

Meski wilayah tersebut jarang dilanda gempa, ia menyebut lokasi yang berada di sesar aktif menyebabkan dampak kerusakan dan korban jiwa yang tinggi.

Daryono menyebut gempa ini berdampak sangat merusak sehingga menimbulkan kerugian besar dan ratusan korban jiwa di kota tua Marrakesh, Maroko.

Menurutnya, Marrakesh sebagai kota terbesar keempat di Maroko merupakan salah satu pusat populasi terbesar negara tersebut.

 "Marrakesh mengalami kerusakan paling parah karena dekat sumber gempa," ujarnya.

Selain itu, gempa melanda wilayah yang dipenuhi bangunan-bangunan tua dan memiliki struktur yang lemah. Akibatnya, bangunan rentan runtuh saat terkena guncangan gempa.

Gempa Maroko menimbulkan dampak di berbagai wilayah, termasuk Kota Marrakesh, Ouarzazate, Essaouira, Safi, Agadir, Casablanca, dan Errachidia.

Gempa yang titik pusatnya dangkal ini juga dirasakan di wilayah sangat luas, termasuk negara tetangga seperti Portugal, Spanyol, dan Aljazair.

Selain terjadi di sekitar bangunan tua, Daryono menambahkan bahwa gempa Maroko menewaskan banyak korban jiwa karena terjadi di permukiman warga.

"Karena melanda wilayah pegunungan dengan banyak sebaran permukiman pedesaan dan kota-kota kecil yang memiliki banyak bangunan rentan dengan struktur lemah," jelasnya.

Di sisi lain, gempa besar tersebut berlangsung pada malam hari pukul 23.00 waktu setempat. Saat itu, seluruh warga sedang tinggal di dalam rumah.

Ini mengakibatkan mereka berpotensi menjadi korban jiwa akibat tertimbun reruntuhan bangunan.

Atas bencana ini, Daryono mengimbau agar masyarakat perlu mewaspadai gempa dengan kedalaman yang dangkal dan terjadi akibat sesar aktif. Apalagi jika sumber gempa berada dekat kota besar yang padat penduduk.

"Waspadai bangunan tua dekat jalur sesar aktif. Jika bangunan sudah tua perlu penguatan struktur," pungkasnya.

Analisis Badan Survei Geologi AS (USGS) menyatakan gempa dangkal seperti yang terjadi di Maroko sangat berbahaya. 

Dikutip dari Indian Express (9/9/2023), hal ini terjadi karena gempa dangkal membawa lebih banyak energi ke permukaan Bumi dibandingkan dengan gempa yang kedalamannya jauh di bawah permukaan Bumi.

Gempa yang terjadi di bawah permukaan akan menyebar ke wilayah lebih jauh. Namun, ini menyebabkan energinya kecil karena hilang saat menempuh jarak sangat jauh.

Sementara gempa dangkal tidak menyebar jauh sehingga energinya lebih besar ke permukaan Bumi.

Di sisi lain, gempa jarang terjadi di negara wilayah Afrika bagian utara seperti Maroko. Ini karena tingkat kegempaan yang relatif rendah.

Ini menyebabkan Maroko kurang siap menghadapi gempa. Mayoritas bangunan yang berada di pedesaan dan kota tua tidak dibangun untuk tahan guncangan besar.

Sementara itu, setelah terjadi gempa, para korban berusaha diselamatkan dengan sarana yang ada.

Namun, lokasi pedesaan yang berada di pegunungan juga menjadi hambatan bagi akses tim penyelamat.

 Sumber : Kompas.com

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved