Jumat, 20 Maret 2026

Budaya Gorontalo

Arti Wolimomo, Budaya Gorontalo yang Baru Ditetapkan Sebagai Warisan Budaya tak Benda Indonesia

Wolimomo adalah pakaian adat perempuan suku Gorontalo. Wolimomo merupakan salah satu pakaian adat kebesaran suku Gorontalo yang wajib digunakan pada b

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Arti Wolimomo, Budaya Gorontalo yang Baru Ditetapkan Sebagai Warisan Budaya tak Benda Indonesia
istimewa
Wolimomo adalah pakaian adat wanita saat upacara pernikahan. FOTO instagram @Imansyahkoniyoorganizer 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Baru-baru ini Gorontalo kembali menambah 5 budaya lokal sebagai Warisan Budaya tak Benda (WBtB) Indonesia. 

Ini menambah daftar budaya-budaya Gorontalo yang sudah masuk WBtB. Jika diakumulasi, kini total ada 45 budaya Gorontalo yang sudah diakui sebagai WBtB. 

Adapun 5 WBtB tersebut yakni wolimomo, paluwala/makuta, molunggelo, tidi lo bituo, dan mandi safar atinggola.

Berikut arti dari Wolimomo dikutip dari warisanbudaya.kemdikbud.go.id.

Wolimomo adalah pakaian adat perempuan suku Gorontalo. Wolimomo merupakan salah satu pakaian adat kebesaran suku Gorontalo yang wajib digunakan pada berbagai upacara adat, salah satunya pada saat akad nikah.

Wolimomo terdiri dari empat bagian utama, yaitu:

  1. Baju atau kebaya yang memiliki lidah (tambi'o), terbuat dari kain sutra berwarna ungu atau merah.
  2. Lidah pada baju merupakan simbol keanggunan dan kemuliaan perempuan Gorontalo.
  3. Bide atau alumbu, merupakan kain sarung yang dililitkan pada pinggang. Bide atau alumbu terbuat dari kain sutra berwarna ungu atau merah.
  4. Wuloto, merupakan kain panjang yang dililitkan pada pinggang dan dibiarkan menjuntai ke bawah. Wuloto terbuat dari kain sutra berwarna ungu atau merah.

Sunti, merupakan aksesoris yang digunakan untuk menghiasi rambut, telinga, dan leher. Sunthi terbuat dari emas, perak, atau mutiara.

Warna ungu dan merah adalah warna-warna adat Gorontalo yang melambangkan kesucian, kemuliaan, dan keberanian.

Wolimomo juga dihiasi dengan motif-motif tradisional Gorontalo, seperti motif kuncup bunga dan daun sukun.

Motif kuncup bunga melambangkan kesucian, sedangkan motif daun sukun melambangkan perlindungan.

Wolimomo merupakan simbol keagungan dan kemuliaan perempuan Gorontalo.

Wolimomo hanya dikenakan pada acara-acara adat yang penting, seperti pernikahan, upacara adat Mome'ati (Be'at atau Bai'at), dan upacara adat Molontalo.

Wolimomo merupakan salah satu kekayaan budaya Indonesia yang harus dilestarikan.

Menurut Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Gorontalo, Rusli Nusi penetapan WBtB ini telah melalui berbagai tahap kurasi. 

Tahap-tahap itu meliputi pembahasan oleh tenaga ahli budaya, proses pengusulan ke Kemendikbud Ristek, serta tahapan verifikasi oleh tim tersebut. 

Lalu ada tahapan perbaikan dokumen hasil verifikasi hingga akhirnya bisa mencapai tahap sidang penetapan yang berlangsung pada 28 Agustus hingga 2 September di Jakarta.

“Kami sangat bersyukur dengan ditetapkannya 5 usulan warisan budaya tak benda Provinsi Gorontalo ini,” kata Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Gorontalo Rusli Nusi, Senin (4/9/2023).(*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved