Kamis, 5 Maret 2026

Budaya Gorontalo di WBtB

BREAKING NEWS: 5 Budaya Gorontalo Ditetapkan Warisan Budaya Tak Benda Indonesia, Ini Daftarnya

Menurut Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Gorontalo, Rusli Nusi penetapan WBtB ini telah melalui berbagai tahap kurasi. 

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Redaksi | Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto BREAKING NEWS: 5 Budaya Gorontalo Ditetapkan Warisan Budaya Tak Benda Indonesia, Ini Daftarnya
istimewa
Kaesang putra bungsu Presiden Joko Widodo menggunan Makuta di kepala pada prosesi foto preweding. 

TRIBUNBORONTALO.COM, Gorontalo -- Direktorat Jenderal kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan meloloskan 5 budaya Gorontalo sebagai bagian dari warisan budaya tak benda (WBtB) Indonesia per tahun 2023 ini.

Menurut Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Gorontalo, Rusli Nusi penetapan WBtB ini telah melalui berbagai tahap kurasi. 

Tahap-tahap itu meliputi pembahasan oleh tenaga ahli budaya, proses pengusulan ke Kemendikbud Ristek, serta tahapan verifikasi oleh tim tersebut. 

Lalu ada tahapan perbaikan dokumen hasil verifikasi hingga akhirnya bisa mencapai tahap sidang penetapan yang berlangsung pada 28 Agustus hingga 2 September di Jakarta.

“Kami sangat bersyukur dengan ditetapkannya 5 usulan warisan budaya tak benda Provinsi Gorontalo ini,” kata Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Gorontalo Rusli Nusi, Senin (4/9/2023).

Adapun 5 WBtB tersebut yakni wolimomo, paluwala/makuta, molunggelo, tidi lo bituo, dan mandi safar atinggola.

Selanjutnya kata Rusli Nusi, usai ditetapkan sebagai warisan budaya, tugas yang akan dilakukan kini adalah melestarikan dengan memanfaatkan budaya-budaya ini. 

"Agar tidak hilang atau punah karena merupakan warisan adat istiadat, kebiasaan masyarakat Gorontalo yang harus terus dijaga kelestariannya,” ujar Rusli Nusi.

Upaya pemanfaatan warisan budaya ini kata Rusli terutama dengan mengimplementasikannya ke peserta didik di semua jenjang pendidikan. 

Saat ini implementasinya dengan mengintegrasi budaya Gorontalo dengan mata pelajaran program penguatan profil pelajar Pancasila (P5).

Melalui mata pelajaran itu, siswa diberikan penguatan materi-materi yang berkaitan dengan lingkungan sosial budaya di masyarakat. (*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved