Selasa, 10 Maret 2026

Pemkot Gorontalo

Klarifikasi Dukcapil Kota Gorontalo, Kebocoran Data Warga Huangobotu Ulah Pegawai Puskes

Hal ini dikarenakan sejak sistem informasi administrasi kependudukan (SIAK) terpusat pada tahun 2022, tidak ada lagi data Buku Induk Penduduk (BIDUK)

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Husnul Puhi | Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Klarifikasi Dukcapil Kota Gorontalo, Kebocoran Data Warga Huangobotu Ulah Pegawai Puskes
istimewa
Meja pelayanan Kantor Dinas Dukcapil Kota Gorontalo. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kota Gorontalo mengklarifikasi berita yang beredar di media massa terkait kebocoran data kependudukan warga Kelurahan Huangobotu, Kecamatan Dungingi.

Kadis Dukcapil Kota Gorontalo, Yusrianto Kadir mengatakan bahwa kebocoran data tersebut tidak berasal dari sistem Dukcapil.

Hal ini dikarenakan sejak sistem informasi administrasi kependudukan (SIAK) terpusat pada tahun 2022, tidak ada lagi data Buku Induk Penduduk (BIDUK) yang tersimpan di masing-masing kantor Dukcapil.

Berdasarkan hasil penelusuran dan pengecekan, data penduduk yang diunggah di situs web scribd.com.

Pelakunya adalah seorang pegawai Puskesmas Sipatana. Data itu berupa BIDUK Kelurahan Huangobotu sebanyak 7.730 row.

Data tersebut diunggah pada tanggal 22 September 2018, saat pegawai itu masih bertugas di Puskesmas Dungingi.

"Pemilik akun tersebut menyampaikan bahwa data BIDUK tersebut digunakan untuk data balita dan tersimpan di komputer/PC yang ada di Puskesmas," jelas Yusrianto Kadir.

Meski begitu, pemilik akun itu mengaku tidak pernah mengupload data tersebut untuk niat dan tujuan apapun.

"Bahkan sudah tidak mengetahui password akunnya karena sudah lama tidak digunakan," katanya.

Dukcapil Kota Gorontalo telah bertemu dengan pemilik akun tersebut dan berhasil membuka akun serta menghapus data yang telah diunggah.

Sebelumnya diberitakan TribunGorontalo.com, data kependudukan warga Kelurahan Huangobotu, Kecamatan Dungingi, Kota Gorontalo, bocor di internet.

Dugaan sementara, data dari nyaris seluruh warga Huangobotu itu diunggah ke internet tanpa izin. Data tersebut diunggah ke sebuah situs web khusus berbagi dokumen dengan nama "Huang Obo Tu".

Data yang diunggah terdiri dari Nomor Induk Kependudukan (NIK), nama lengkap serta jenis kelamin.

Data tersebut diunggah dalam format tabel dan dapat diakses oleh siapa saja yang memiliki akses ke situs web tersebut.

Penyebaran data kependudukan tersebut telah menimbulkan keresahan di kalangan warga Kelurahan Gorontalo.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved